Jejak JLNT Kp Melayu: Diresmikan Jokowi, Kini Dilintasi Road Bike

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 14:34 WIB
JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang diuji coba sebagai lintasan road bike mulai hari ini. Sejumlah pesepeda pun ramai-ramai datang untuk bersepeda di jalur tersebut
Foto: Agung Pambudhy

JLNT Diuji Coba untuk Road Bike

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menguji coba JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang untuk road bike pada Senin (7/6/2021). JLNT Kampung Melayu bisa dilewati road bike pada pukul 05.00 sampai 06.30 WIB.

"Hasil rapat sementara Lintasan Jalan Non Tol Kokas yang Karet itu menjadi lintasan permanen road bike setiap Sabtu Minggu saja," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, di kantor Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (31/5/2021).

Polda Metro Jaya menyebut, selama uji coba akan ada evaluasi. Apakah JLNT Kampung Melayu atau JLNT Casablanca cocok untuk lintasan sepeda balap.

"(Aparat mengevaluasi) apakah jalan layang itu (JLNT Casablanca) cocok nggak atau bisa nggak digunakan sebagai tempat untuk road bike? Atau mungkin kalau perlu kita gunakan kita cari tempat lain, apa di Kemayoran atau di mana gitu. Inilah nanti kita akan evaluasi bersama," kata Sambodo di gedung Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (31/5/2021).

Pada waktu-waktu tersebut, JLNT Kampung Melayu ramai dilintasi oleh road bike. Dishub DKI Jakarta mencatat pesepeda road bike mengalami peningkatan signifikan selama uji coba di JLNT. Total tiga kali uji coba ada 4.005 road bikers yang melintas.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut menjajal JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang (Agung Pambudhy/detikcom)Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut menjajal JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang (Agung Pambudhy/detikcom) Foto: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut menjajal JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang (Agung Pambudhy/detikcom)

Penolakan JLNT untuk Road Bike

Beberapa kalangan menolak kebijakan road bike melintas di JLNT Kampung Melayu. Salah satunya dari komunitas Bike to Work (B2T).

Dilihat di akun instagram resmi B2W, @b2w_indonesia, mereka sempat akan menggelar aksi 'Black Day' pada Minggu (13/6/2021) saat waktu uji coba road bike di JLNT Kampung Melayu.

Ketua Tim Advokasi B2W Indonesia Fahmi Saimima menilai kebijakan pesepeda road bike boleh melintas JLNT melanggar aturan. Karena, sejak awal JLNT dilarang bagi sepeda dan sepeda motor.

"Keprihatinan atas ketidakkonsistenan khususnya yang kita sorot soal JLNT yang sebelumnya dilarang melintas bagi roda dua. Aturan membolehkan sepeda dalam waktu tertentu ya memang hak diskresi, cuma jangan melanggar hukum yang ada. Bagi kami itu mencederai kesetaraan di jalan raya. Jadi bukan hanya pesepeda, jadi kita nggak mau mengarah ke konflik sosial pengendara lain," kata Fahmi saat dihubungi, Jumat (11/6).

JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang untuk road bike. (Azhar BR/detikcom)JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang untuk road bike. (Azhar BR/detikcom) Foto: JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang untuk road bike. (Azhar BR/detikcom)

Namun, aksi itu tak jadi dilakukan. Tetapi, tidak mengubah sikap dari B2W untuk menolak road bike melintas JLNT.

Ada kesepakatan antara B2W dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Dalam diskusi tersebut terdapat kesepakatan-kesepakatan.

"Sebagai 'simbol' kesepakatan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan mencopot rambu terpasang yang mengandung kalimat 'kecuali road bike'. Pencopotan direncanakan dilakukan dengan kehadiran pihak-pihak yang berkepentingan. Hal ini juga akan menjadi simbol berakhirnya waktu masa uji coba JLNT untuk road bike," tulis B2W Indonesia dalam akun Instagramnya, Sabtu (12/6/2021).


(aik/gbr)