Jejak JLNT Kp Melayu: Diresmikan Jokowi, Kini Dilintasi Road Bike

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 14:34 WIB
JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang diuji coba sebagai lintasan road bike mulai hari ini. Sejumlah pesepeda pun ramai-ramai datang untuk bersepeda di jalur tersebut
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang ramai diperbincangkan karena jadi area khusus sepeda balap atau road bike, padahal jalan itu khusus mobil. Berikut adalah sejarah JLNT Kp Melayu dari mulai diresmikan hingga jadi tempat sepeda balap.

JLNT dibangun pada 2010 menggunakan dana APBD DKI Jakarta. JLNT membentang sejauh 3,4 kilometer berada di atas Jl Casablanca, Jl Prof Dr Satrio, dan Jl KH Mas Mansyur.

Pemprov DKI menganggarkan Rp 840 miliar untuk membangun jalan tersebut. PT Istaka Karya ditunjuk menggarap proyek tersebut dengan targer selesai pada 2012. Namun, target tersebut gagal karena adanya dugaan wanprestasi. Pemprov DKI Jakarta pun menyerahkan audit kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

JLNT Kampung Melayu diresmikan pada Senin, 20 Desember 2013 oleh Joko Widodo, saat menjabat sebagai sebagai Gubernur DKI Jakarta. JLNT ini merupakan upaya dari Pemprov DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan.

"Kemacetan di Dr Satrio dan Casablanca berkurang total karena ini bisa terpecah di atas dan di bawah," kata Jokowi di atas JLNT Casablanca, Senin (30/12/2013).

Polisi berjaga di ujung Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang atau Casablanca. Sejumlah pemotor pun ditilang.Polisi berjaga di ujung Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang atau Casablanca. Sejumlah pemotor pun ditilang. Foto: Rengga Sancaya

Sepeda Motor Dilarang Naik JLNT

Sejak awal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut bahwa jalan tersebut berbahaya bagi motor. Larangan tersebut disebut bukan tanpa alasan.

"Ini ada ruas yang tingginya 18 meter. Berbahaya sekali bagi sepeda motor, anginnya kencang. Jadi ini sudah kita perhitungkan," ujar Jokowi.

Sehari usai diresmikan Jokowi, JLNT ramai oleh kendaraan. Tak hanya mobil, motor pun ikut melintas meski dilarang.

Rambu lalu lintas larangan motor melintas telah dipasang. Namun, pantauan detikcom pada Selasa (31/6), motor meyerobot masuk ke JLNT dengan alasan cepat sampai tujuan. Para pemotor menggunakan jalur kiri, dan berjalan beriringan di samping mobil-mobil.

Polisi berjaga di ujung Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang atau Casablanca. Sejumlah pemotor pun ditilang.Polisi berjaga di ujung Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang atau Casablanca. Sejumlah pemotor pun ditilang. Foto: Rengga Sancaya

Polisi langsung lakukan operasi razia di ujung jembatan untuk menghalau sepeda motor yang naik JLNT. Pemotrpun putar balik melawan arah agar terhindar dari tilang.

Soal pemotor lewat JLNT masih terus terjadi hingga saat ini. Pada 2018, pernah dilakukan razia besar-besaran. Ada 903 pemotor terjaring razia di JLNT Kampung Melayu, dan JLNT Antasari pada Sabtu 4 Maret 2018.

Kecelakaan sempat terjadi pada 27 Agustus 2014, pengendara sepeda motor beranama Faizal berbonceng dengan istrinya melawan arah setelah mendengar ada razia polisi. Faizal lalu bertabrakan dengan mobil.

Kecelakaan itu membuat istri Faizal terpental keluar JLNT dan jatuh di depan ITC Kuningan. Seketika, istrinya tewas di tempat.

Adanya kecelakaan itu membuat marah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang saat itu menjabat sebagai Walik Gubernur DKI Jakarta.

"Kami sudah bilang kamu jangan masuk (JLNT), kamu masuk mati," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa, (28/1/2014).

"Semua sudah bilang nggak boleh motor lewat jalan layang, udah segede gitu tulisanya, mereka sudah tahu terus lawan arus lagi," keluhnya.

Simak juga 'B2W Usul JLNT Kp Melayu Jadi Area CFD':

[Gambas:Video 20detik]