Prabowo Heran Ada Elite Bilang 40 Tahun ke Depan RI Tak Akan Perang

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 14:24 WIB
Menhan Prabowo Subianto dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto hadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR. Raker itu salah satunya membahas soal Natuna.
Menhan Prabowo Subianto (Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengungkap ada elite yang berbicara mengenai Indonesia tidak akan perang dalam 40 tahun ke depan. Menurutnya pendapat tersebut tidak bisa dipercaya begitu saja, Prabowo mengaku Indonesia harus selalu bersiap.

"Kita nggak bisa rendah diri tidak, tapi bener kita tidak bisa santai. Ada beberapa oknum elite yang menurut saya nggak ngerti, kurang baca atau kurang cerdas atau kurang apa. Gue heran juga ada yang bilang dan meyakinkan pimpinan bahwa Indonesia dalam 40 tahun ke depan tidak akan ada perang, ya makanya, lu bisa baca 40 tahun ke depan? Mungkin lu bisa," kata Prabowo dalam podcast Deddy Corbuzier, seperti dilihat, Minggu (13/6/2021).

Prabowo menegaskan dia tidak percaya pendapat tersebut. Sebab, menurutnya, tidak ada yang tahu seperti apa masa depan.

Prabowo mengungkap sewaktu dia masih menjadi taruna ada jenderal yang memprediksi Indonesia tidak akan berperang selama 25 tahun. Namun Prabowo justru ikut latihan perang dan akhirnya mengikuti perang di Timor-Timur.

"Ada yang begitu (bisa bicara 40 tahun ga akan berperang), kan 40 tahun tidak akan perang, saya beda pendapat. Saya beda pendapat, karena dulu waktu saya mau jadi letnan, saya besoknya mau di lantik, saya masih taruna, besok mau dilantik, ada jenderal dari Jakarta datang ke Magelang dia kasih ceramah ke calon perwira sekalian dalam analisa kami Indonesia tidak akan perang dalam 25 tahun yang akan datang, karena itu lah para taruna sekarang lebih baik belajar sospol, belajar ini itu , kita dwifungsi pokoknya tidak akan perang," ujar Prabowo.

"Itu saya ingat Desember tahun 1974. Ternyata Desember 1975 terpecah Timor-Timur dan saya waktu itu begitu lulus saya latihan kecabangan, dasar, latihan para, latihan komando, akhirnya bulan Maret 1976 saya tiba di Timor-Timur, kemudian masuk kita, terjadi reuni sekian angkatan, kita kumpul semua di Timtim, berarti kan perangnya besar itu, bener nggak? Belum satu tahun ramalan jenderal itu tidak bener, jadi kita tidak bisa tahu apa yang terjadi makanya harus siap," imbuhnya.

Prabowo menegaskan persiapan Indonesia terkait alat alutsista bukan berarti untuk menyerang negara lain. Melainkan harus bersiap untuk melakukan pertahanan.

"Begini ya kita kan tidak niat untuk invasi siapa pun, bangsa Indonesia tidak ada niat untuk invasi ke luar. Itu yang saya tegaskan dimana-mana dan itu sebetulnya yang disukai oleh tetangga-tetangga kita. Indonesia tradisi kita dan doktrin kita, wawasan pertahanan kita adalah defensif, defensif kita akan membela diri kalau kita diserang, kita akan mempertahankan kemerdekaan kalau kita mau dijajah kembali, tapi kita tidak mau menjajah dan menyerang," ujarnya.

Simak juga 'Prabowo-Nadiem Hadiri Pengukuhan Gelar Profesor Kehormatan Megawati':

[Gambas:Video 20detik]

(yld/knv)