Kepala BNPT Ungkap Upaya Wujudkan Papua yang Damai & Sejahtera

Nadhifa Sarah Amalia - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 19:30 WIB
BNPT
Foto: Dok. BNPT
Jakarta -

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Ahmad menjelaskan pemerintah sedang berusaha memberikan perlindungan kepada masyarakat dengan mencegah kekerasan. Upaya ini direalisasikan melalui soft approach, yaitu pembangunan kesejahteraan agar masyarakat merasakan kehadiran dan kepedulian negara.

"Yang bisa kami lakukan untuk membangun kesejahteraan bagi mereka yang merasa termarjinalkan, melakukan pembangunan fisik dan non fisik, membangun nilai-nilai kebangsaan yang belum ada," jelas Boy Rafli, dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/6/2021).

Hal tersebut ia ungkapkan dalam Dialog Nasional untuk Kesejahteraan Papua, di Hotel Horison Ultima Timika, Papua, Jumat (11/6). Kegiatan tersebut melibatkan Satgas Nemangkawi, unsur Forkopimda Papua, PT Freeport Indonesia, tokoh adat dan agama, serta jajaran pejabat BNPT.

Lebih lanjut Boy Rafli mengatakan kekerasan yang terjadi di tanah Papua menjadi duka bagi Indonesia. Tidak sedikit masyarakat sipil menjadi korban kelompok bersenjata yang kini resmi dilabeli sebagai 'teroris' oleh pemerintah. Sejak penetapan tersebut, pemerintah pun tidak berhenti mencari formula terbaik tanpa mengabaikan unsur hak asasi masyarakat Papua.

Disamping itu, lanjut Boy Rafli, pendekatan kultural harus dilakukan bagi masyarakat Papua yang masih sangat kental dengan unsur budaya dan adatnya. Peran tokoh adat jadi sangat penting dalam meredam konflik, serta memberikan pemahaman dan pengertian terhadap nilai yang arif dalam kehidupan bermasyarakat.

"Siapa saja yang ada di tanah Papua jadi punya karakter yang cinta Tanah Air, cinta keberagaman sehingga mampu hidup berdampingan," jelas Boy Rafli.

Upaya menciptakan perdamaian ini harus didukung oleh seluruh komponen negeri baik pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Ia mendorong unsur pemerintah dan masyarakat Papua memberikan wawasan kebangsaan untuk mendongkrak kecintaan masyarakat terhadap negeri. Dengan begitu, proses pembangunan yang dilakukan pemerintah di tanah Papua dapat terselenggara dengan baik dan membawa manfaat bagi masyarakat.

"Mari kita hantarkan masyarakat Papua jadi aman dan damai untuk melahirkan kesejahteraan," pungkasnya.

(akn/ega)