Ahok soal Kebakaran Tangki Pertamina: Pastikan Tak Ada Kelalaian dan Pembiaran

Herianto Batubara - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 17:41 WIB
Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kunjungan kerja ke Lapangan Unitisasi Gas Jambaran - Tiung Biru
Komut PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (tengah). (Foto: dok. Pertamina)

Kasus Kebakaran di Kilang Balongan yang Disinggung Ahok

Sebelum kasus ini, publik juga dihebohkan oleh insiden kebakaran di area Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat. Kebakaran yang terjadi pada Senin, 29 Maret 2021 dini hari itu hingga kini masih diinvestigasi sehingga penyebabnya masih misteri.

Ombudsman ikut melakukan investigasi dan mengumumkan hasilnya beberapa waktu lalu. Ombudsman menilai dalam kejadian ini ada kelalaian yang dilakukan Pertamina. Kelalaian itu terjadi sesaat tangki belum terbakar.

Menurut anggota Ombudsman Hery Susanto, sebelum ledakan dan kebakaran terjadi di area kilang, masyarakat sekitar sempat mencium adanya bau menyengat dari arah kilang sejak sore hari sebelumnya atau Minggu, 28 Maret 2021.

Kemudian per pukul 21.30 WIB, masyarakat menggeruduk kantor Humas Pertamina untuk meminta penjelasan soal bau menyengat dari dalam kilang. Namun masyarakat tidak mendapatkan jawaban.

Dia mengatakan dari cerita masyarakat sekitar, Pertamina tidak langsung menjelaskan bau menyengat yang dikeluhkan masyarakat itu datangnya dari mana. Bahkan masyarakat sempat menggeruduk kantor Humas Pertamina untuk meminta penjelasan soal hal tersebut, namun tidak mendapatkan jawaban.

"Kami menilai bahwa dalam proses penanganan itu tidak ada satu langkah yang langsung direspons Pertamina, padahal warga sudah teriak-teriak di depan kilang, ini semacam ada kelalaian," kata Hery dalam konferensi pers virtual, Rabu (14/4/) lalu.

Hery menilai harusnya peringatan soal bau menyengat yang diberikan masyarakat sekitar direspons Pertamina, namun pada saat kejadian tidak ada langkah apa pun yang dilakukan.

"Harusnya itu bau menyengat kan pertanda untuk early warning system. Ternyata responsnya tidak diperhatikan, bahkan dibiarkan," kata Hery.

Terkait temuan Ombudsman RI itu, Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Ifki Sukarya mengaku pihaknya sudah menindaklanjuti keluhan masyarakat soal adanya bau menyengat dari arah kilang sebelum kebakaran terjadi.

Kebakaran terjadi di kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3) lalu. Yuk lihat lagi Kilang Balongan sebelum dan saat terbakar.Kebakaran terjadi di kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3) lalu. (Antara Foto/Dedhez Anggara)

Menurutnya, pengecekan sudah dilakukan Pertamina di dalam kilang setelah ada keluhan bau menyengat. Dia menyebut bau menyengat itu awalnya diduga muncul di area tangki yang letaknya dekat dengan permukiman warga, yaitu kawasan Wisma Jati.

"Terkait keluhan warga mengenai adanya bau sebelum insiden, Pertamina telah melakukan pengecekan kondisi di lapangan yang diduga menjadi sumber bau, khususnya area tangki yang dekat dengan permukiman warga Wisma Jati," kata Ifki ketika dihubungi detikFinance, Kamis (15/4/2021).

Setelah pengecekan itu, dia menyebut pihaknya pun tak tinggal diam. Ifki mengklaim pihaknya langsung melakukan evakuasi warga yang ada di kawasan Wisma Jati.

"Paralel, Pertamina juga membagikan masker kepada warga. Sesaat sebelum insiden, sempat dilakukan evakuasi warga Wisma Jati ke jalan raya untuk menjauh dari sumber bau," ujar Ifki.


(hri/mei)