Jasad Slobodan Milosevic Dipamerkan ke Publik
Jumat, 17 Mar 2006 05:21 WIB
Jakarta - Malang nian nasib mantan presiden Yugoslavia ini. Setelah menjalani pengadilan karena dituduh sebagai penjahat perang dan pelaku pembantaian etnis, kematiannya pun tak mendapat respek dari masyarakat.Ratusan pendukung setia Milosevic -bukan puluhan ribu, sebagaimana diyakini sebelumnya- berbaris untuk melihat peti mati Milosevic, di museum mewah yang dipersembahkan untuk mantan diktator komunis Yugoslavia Josip Broz Tito, di Belgrade, distrik Dedinje, Serbia Montenegro, sebagaimana dilansir Associated Press, Jumat (17/3/2006).Saat pintu musium dibuka, kerumunan massa saling berdesakan untuk masuk dan menerobos penjagaan sambil berteriak "Slobo! Slobo!". Sebuah jendela pecah dalam aksi desak-desakan tersebut.Di dalam musium, antrian pendukung Milosevic satu persatu melihat kedalam peti yang dipasangi sebuah foto berukuran besar. Sebagian lainnya tampak terisak-isak menangisi kepergian Milosevic. Bahkan, seorang tua tampak kelelahan hingga jatuh pingsan saat menunggu antrian.Sementara di luar musium, para pengikut Milosevic menyalakan lilin di kejatuhan salju, dan kaum wanita memegangi mawar merah atau karangan bunga di dalam vas.Milosevic meninggal dalam usia 64 tahun pada tanggal 11 Maret di sebuah tahanan dekat pengadilan yang menahannya dengan tuduhan 66 kejahatan perang.Rencananya Milosevic akan dimakamkan pada hari Sabtu di perkebunan milik keluarga di Pozarevac, 30 mil sebelah tenggara Belgrade. Para pekerja telah menggali kubur untuknya di bawah pohon, yang akan dilalui para pendukung saat menaburkan bunga pada upacara pemakamannya.
(fjr/)











































