Di Milist pun Perang Kata-kata

Pro-Kontra RUU APP

Di Milist pun Perang Kata-kata

- detikNews
Jumat, 17 Mar 2006 06:25 WIB
Jakarta - Perdebatan untuk mendukung dan menolak disahkannya RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi bukan hanya milik anggota Pansus DPR yang menggodok RUU ini. Di dunia maya, para jurnalis pun saling beradu argumen untuk menyatakan sikapnya.Dari beberapa mailing list (milist) yang detikcom amati, milist mediacare@yahoogroups.com merupakan salah satunya yang aktif membahas rencana penetapan RUU APP oleh DPR. Setidaknya hingga Jumat (17/3/2006) pukul 06.00 WIB, terhitung sejak tanggal 1 Maret 2006 ada 1.790 kiriman tulisan dari anggota milist yang berjumlah 5.100 orang ini. Jika dirata-rata, maka paling tidak setiap harinya milist ini menerima 105 tulisan dari anggotanya. Dan hampir keseluruhan tulisan yang dikirim adalah 'balas pantun' seputar RUU tersebut.Saling gunjing dan saling maki tak terhindarkan. Argumentasi yang digunakan pun tak main-main. Kitab suci dan teori-teori sosial seperti demokrasi, politik agama, kapitalisme dan liberalisme juga mereka gunakan untuk mematahkan argumentasi lawan.Lontaran-lontaran tokoh yang dimuat media massa nasional juga menjadi perdebatan yang menarik dalam milist ini. Tak kurang tulisan-tulisan Gus Dur, Goenawan Muhammad, penulis Ayu Utami mendapat tanggapan beragam dari anggota milist.Meski ada juga beberapa anggota yang naif dalam memberikan argumentasi, dengan menggunakan kata-kata kasar dan cenderung rasis. "Bung A ini membela diri hanya dengan menyalahkan pihak lain. Sebuah contoh sikap dengan kegagalan logika dan terlihat tidak punya pegangan. Seperti kebakaran jenggot. Bener bung, PDI-P, Golkar emang busuk, PKS juga busuk," ujar salah seorang anggota milist berinisial CR menanggapi anggota milist yang lain.Kelompok-kelompok pendukung RUU APP seperti PKS, MMI, FPI, MUI, Rhoma Irama, dan Harian Republika menjadi sasaran empuk pihak yang menolak RUU APP. Sementara tayangan seperti Extravaganza di TransTV, beberapa iklan, serta tayangan-tayangan vulgar di televisi juga sebaliknya.Sandrina Pun DipersoalkanYang cukup menarik dan menggelikan adalah perdebatan tentang pembaca berita MetroTV Sandrina Malakiano yang akhir-akhir ini tidak lagi muncul di televisi. Ketidakmunculan Sandrina diduga karena keputusan Sandrina yang saat ini mengenakan jilbab.Bahkan ada seorang anggota milist yang cukup lancang mengomentari ketidakmunculan istri pengamat politik Eep Saefullah Fatah tersebut di televisi dengan kata-kata yang vulgar.Menariknya, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) secara resmi mengeluarkan surat penyataan yang bersifat nasihat, dan ditujukan kepada bos Media Group yang menaungi MetroTV, Surya Paloh.Berikut petikan surat yang ditandatangani Ketua MMI Fauzan Al-Anshari tersebut:Jilbab Sandrina merupakan ujian demokratis bagi segenap pengambil keputusan di Metro TV. Jika Anda bisa mengakomodasi wartawan Metro yang menggunakan pakaian you can see, mengapa Anda menolak wartawan Anda karena memakai jilbab? Sebagai sesama muslim kami mengingatkan kepada Anda agar bertaqwa kepada Allah swt dan menghormati saudara Sandrina yang dengan hidayah Allah swt mengenakan busana muslimah sesuai syariat Islam (QS. Annur:31, Al-Ahzab:59) dengan tetap memberikan kebebasan baginya menjalankan keyakinannya sehingga dapat memberikan warna kebhinekaan di kalangan wartawan Metro TV.Bagaimana dengan anda? (fjr/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads