Jadi Komut Inalum, Masihkah Doni Monardo Berpeluang Masuk Kabinet Jokowi?

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 07:01 WIB
Ketua Satgas Penanganan Wabah Corona, Letjen TNI Doni Monardo
Doni Monardo (Foto: Fuad Hasim)
Jakarta -

Doni Monardo diangkat menjadi komisaris utama PT Inalum (Persero). Lewat penunjukan ini, masihkah Doni Monardo berpeluang masuk kabinet Pemerintahan Presiden Presiden Joko Widodo (Jokowi)?

Direktur Indo Barometer, M Qodari mengatakan posisi Komisaris Inalum cocok dengan Doni Monardo. Sebab perusahaan bidang pertambangan itu itu membutuhkan analisis Doni yang memiliki latar belakang militer.

"Saya lihat pengangkatan Pak Doni itu pertama karena kompetensi beliau sebagai militer, Inalum kan sebagai perusahaan pertambangan membutuhkan masukan dan analisa mengenai masalah keamanan," kata Qodari kepada wartawan, Jumat (11/6/2021).

"Yang kedua tentunya apresiasi kepada kontribusi dan peran Pak Doni Monardo baik dalam karir militer maupun kapasitas dan kontribusi sebagai ketua Satgas Covid yang menjadi ujung tombak utama bagi perlawanan terhadap Covid di Indonesia," sambungnya.

Qodari mengatakan jika Doni Monardo diminta bergabung dalam Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin akan menyesuaikan dengan latar belakang militer yang dimiliki. Pos menteri itu seperti Menteri Pertahanan hingga Menko Polhukam.

"Kalau kita bicara portofolio Pak Doni, maka ketika kita melihat pos-pos yang sesuai dengan latar belakangnya tentu pertama adalah Menteri Pertahanan, kalau Menhan tentunya hampir mustahil terjadi reshuffle terhadap Pak Prabowo Subianto, karena dari segi latarbelakang maupun dukungan politik itu tidak terbantahkan termasuk dari segi senioritas," kata dia.

Lalu bagaimana dengan pos Menko Polhukam? Qodari meyakini posisi Mahfud Md masih sangat kuat dan masih dipercaya Jokowi.

"Kemudian kalau kita bicara Menko Polhukam saya kira penekanan Pak Jokowi pada saat ini adalah bukan hanya aspek keamanan tapi aspek hukumnya karena begitu banyak masalah hukum dan kedekatan Pak Jokowi dan kepercayaan kepada Pak Mahfud juga sangat tinggi, saya kira tidak akan diganti," katanya.

Oleh sebab itu, Qodari menilai belum ada posisi yang cocok untuk Doni Monardo jika Jokowi melakukan reshuffle. Sehingga, dia menilai peluang Doni Monardo sangat kecil jika merapat ke kabinet Jokowi.

"Jadi kalau bicara portofolio yang sangat sesuai dengan Pak Doni, rasa-rasanya sampai saat ini belum ada pintunya, walaupun bukan mustahil ya ada, atau peluang Pak Doni tertutup sama sekali itu tidak, tapi untuk sementara berdasarkan analisa latar belakang, berdasarkan analisa posisi ini kelihatannya belum ketemu untuk Pak Doni," jelasnya.

Lihat juga Video: Bahlil Lahadalia: Dari Sopir Angkot, Kepala BKPM, Kini Menteri Investasi

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2