Round-Up

Kala Ustadz Adi Hidayat Curhat ke Kabareskrim soal Fitnah Dunia Maya

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 06:15 WIB
Kabareskrim Komjen Agus  Andrianto dan UAH bertemu di Kompleks Mabes Polri (Istimewa)
Foto: Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dan UAH bertemu di Kompleks Mabes Polri (Istimewa)
Jakarta -

Ustaz Adi Hidayat (UAH) menemui Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dan menceritakan dirinya sebagai korban fitnah di media sosial. Beberapa minggu terakhir UAH diketahui kerap diterpa kabar tidak mengenakan di media sosial, salah satunya terkait dana bantuan untuk Palestina.

UAH bertemu Agus di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (11/6/2021). Dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam itu, UAH menyampaikan kepada Komjen Agus sering menjadi korban fitnah, khususnya di media sosial. Menurutnya, fitnah yang terjadi di media sosial itu seharusnya dapat diredam dan ditindak oleh polisi.

"Saya rasa peran Bareskrim Polri sudah sangat besar dalam upaya mengawasi dan menertibkan banyaknya permasalahan sosial yang dapat berimbas ke masalah hukum dengan kinerja yang sangat profesional saat ini dan kami siap memberikan dukungan kepada Mabes Polri dalam rangka sosialisasi kebijakan Polri dalam hal membantu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, baik melalui media dakwah dan pembinaan yang tepat sasaran," ujar UAH dalam keterangan tertulis.



Agus menegaskan pihaknya terus bekerja dalam memberantas fitnah-hoax yang ada di media sosial. Menurutnya, polisi juga sering menjadi korban fitnah.

"Padahal polisi pasti bergerak dan bertindak berdasarkan objektivitas," kata Agus.

"Di tengah segala kisruh yang ada, rasanya negara memang perlu hadir untuk menjadi penengah yang arif. Tetapi, di saat yang bersamaan, posisi negara juga jangan dihakimi dulu, dicurigai, dinyinyiri, dan seterusnya. Karena pada dasarnya yang mengikat kita semua adalah undang-undang dan koridor hukum yang berlaku. Kita patuh dan tunduk pada semua itu," sambungnya.

Agus juga mengajak semua pihak untuk bersinergi, sehingga narasi negatif di media sosial dapat langsung diredam. Hal itu juga didukung UAH, UAH juga mengajak masyarakat bijak dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah.

Langkah UAH Hadapi Fitnah

Diketahui, beredar fitnah yang menyebutkan UAH tidak amanah terkait penggalangan donasi untuk Palestina. Pihak UAH saat itu menyatakan siap untuk melaporkan sejumlah pihak yang menyebarkan fitnah itu ke Bareskrim.

"Mengenai laporan hukum. Pihak UAH akan melaporkan pihak-pihak yang secara terbuka melakukan fitnah. Laporan hukum sedang disiapkan untuk dimasukkan ke Bareskrim Polri, bukti-bukti sudah dikumpulkan. Diharapkan hal ini menjadi pembelajaran bagi publik bahwa fitnah kepada siapa pun tidak bisa dibiarkan apalagi dibenarkan," kata Sekjen Pengurus Besar Ikatan Abituren Darul Arqam Muhammadiyah Garut (IKADAM), Fahd Pahdepie, dalam keterangan tertulis, Senin (31/5).

Fahd lantas menjelaskan secara rinci mengenai penyaluran donasi yang sudah terkumpul. Donasi itu, kata Fahd, diserahkan kepada sejumlah lembaga di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan International Network for Humanitarian (INH).

"Bahkan penyerahannya diserahkan langsung di hadapan Dubes Palestina dan disiarkan secara publik. Pihak UAH tidak mengambil sedikit pun untuk alasan apa pun," kata Fahd.

Selanjutnya >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2