2.388 Perusahaan Ikut Prakualifikasi Proyek Aceh-Nias
Kamis, 16 Mar 2006 23:27 WIB
Banda Aceh -
Sebanyak 2.388 perusahaan mengikuti prakualifikasi paket proyek perumahan yang digelar Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias. Paket ini dibuat untuk menjaring kontraktor lokal dalam pembuatan rumah bagi para korban gempa dan tsunami.Perusahaan yang mengikuti prakualifikasi ini terdiri dari 2.267 kontraktor lokal dan 121 konsultan."Perusahaan lokal menempati posisi terbesar sekitar 8 persen dari keseluruhan. Sementara dari luar Aceh hanya 11 persen saja, atau sekitar 254 perusahaan saja dan pada 27 Maret ini akan kita umumkan siapa yang lolos prakualifikasi," jelas Deputi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan BRR Sudirman Said, dalam jumpa pers dengan wartawan di kantor BRR, Jalan Muhammad Thaher, Lueng Bata, Banda Aceh, Kamis (16/3/2006).BRR sendiri telah mentargetkan membangun 78 ribu rumah. Kelak, desain rumah yang akan dibangun harus disetujui BRR.Ditambahkannya, 60 persen dari keseluruhan proyek pembangunan rumah untuk korban gempa dan tsunami merupakan proyek dari lembaga swadaya masyarakat (LSM). Sedangkan 40 persen sisanya didanai oleh APBN."Kita melakukan koordinasi dengan LSM, dan kita hanya mengambil alih pengerjaan dari LSM jika benar-benar LSM itu sudah tidak bisa melanjutkan pembangunan lagi. Tapi kalau hanya sebatas kesulitan kekurangan dana atau material, kita bantu. Jadi, jangan dipertentangkan BRR dengan LSM," katanya.Bantuan material yang dimaksud Said bukan menjual bahan material kepada kontraktor. Tapi mengupayakan akses ke pabrik-pabrik material. "Ini untuk antisipasi saja jika harga-harga material di pasaran tidak stabil. Kita hanya mempermudah akses mereka. Kita kan bukan pedagang material. Tapi ini jika harga tidak stabil dan naik tidak terkendali di pasaran," kilahnya.Empat Kelompok Penerima Bantuan RumahSaat ini, lanjut Sudirman, ada empat kelompok yang menerima bantuan rumah. Dari empat kelompok tersebut, baru dua kelompok yang menerima bantuan."Kelompok pertama yaitu yang rumahnya hancur akibat gempa dan tsunami, dan kedua yaitu kelompok yang kehilangan tanah dan rumahnya, misalnya yang sudah terabrasi," paparnya.Sedangkan dua kelompok lainnya yaitu masyarakat yang rumahnya rusak dan butuh direnovasi, serta kelompok penyewa rumah yang rumahnya hancur. "Saat ini tengah kita data. Mudah-mudahan tahun ini selesai diverifikasi karena kita takut salah dalam membaginya," lanjutnya.Selain itu katanya, BRR sudah membeli 65 hektar tanah dari keperluan 405 hektar yang dibutuhkan. Tanah-tanah ini akan dipergunakan membangun rumah untuk korban yang kehilangan rumah sekaligus tanah miliknya karena abrasi paska tsunami.Anggota Komite Perumahan lainnya T Kamaruzaman menegaskan jika BRR tidak main-main dalam proses seleksi prakualifikasi ini. "Kalau ada yang mengaku ada yang mendapat jatah dari BRR, jangan percaya itu," tandas mantan juru runding GAM ini.Kamaruzzaman menjelaskan, setiap penunjukan pasti diumumkan secara transparan. "Kalau ada yang mengatasnamakan BRR minta identitasnya dan kalau tidak bisa dibuktikan, lapor ke polisi karena ini merupakan tindakan penipuan dan kriminal," demikian Kamaruzzaman.
(fjr/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































