Kasus Corona Jakarta Melonjak, Wagub Ungkap Penyebabnya

Tiara Aliya - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 21:49 WIB
Wagub DKI Ahmad Riza Patria
Wagub DKI Ahmad Riza Patria (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Kasus harian COVID-19 di DKI Jakarta kembali mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui salah satu penyebab kenaikan kasus ini karena klaster Lebaran.

"Justru itu. Ini kan dampak daripada mudik, Lebaran, silahturahmi dan kita mulai kurang disiplin. Semuanya dampak dari kelemahan kita semua," kata Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (11/6/2021).

Bahkan, penambahan kasus COVID-19 selama dua hari berturut-turut ini menembus angka 2.000-an. Perinciannya, 2.096 kasus per 10 Juni 2021 dan 2.293 kasus per 11 Juni 2021.

Melihat hal ini, politikus Gerindra itu mewanti-wanti warga untuk disiplin menegakkan protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

"Kita minta seluruh warga disiplin laksanakan protokol kesehatan, jangan abai, jangan lengah, harus tetap waspada dan laksanakan 3M, 4M, 5M sebaik mungkin," ujarnya.

"Sekalipun kita telah melampaui lebih dari 50%, bahkan 60% vaksinasinya. tapi bukan berarti kita lebih santai. Tapi harus lebih disiplin lagi," sambung Riza.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya mengungkap kasus aktif yang berasal dari klaster mudik Lebaran di Jakarta sebanyak 2.008 orang. Kasus aktif berasal dari 988 keluarga yang dilakukan penelusuran kontak sejak 21 Mei 2021.

"Dari identifikasi klaster mudik sejak 21 Mei hingga 10 Juni 2021, terdapat 2.008 kasus positif dari 988 keluarga," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam rilis tertulis, Kamis (10/6/2021).

Adanya klaster mudik mempengaruhi jumlah penambahan kasus COVID-19 per Kamis, 10 Juni 2021. Dari 12.304 orang yang diperiksa hari ini, sebanyak 2.096 dinyatakan positif COVID-19.

Sebanyak 51 persen atau 1.070 kasus positif di antaranya merupakan hasil penelusuran kontak di puskesmas yang RT-nya yang ada temuan kasus positif COVID-19. Sisanya, 1.026 kasus, berasal dari faskes di DKI.

"Jika dilihat penambahan kasusnya merata, terjadi di 43 kecamatan penyumbang kasus terbanyak adalah Cengkareng 109 kasus, Cipayung 80 kasus, Jagakarsa 80 kasus, Duren Sawit 71 kasus, dan Kebon Jeruk 68 kasus," katanya.

Sementara itu, Satgas COVID-19 melaporkan Provinsi DKI Jakarta mengalami kenaikan kasus harian Corona paling signifikan. Kasus Corona meningkat sampai 302 persen dalam 10 hari.

"Selanjutnya DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kenaikan kasus yang paling signifikan, di mana dalam 10 hari saja kasusnya meningkat lebih dari 300 persen. Di mana pada tanggal 1 Juni lalu kasus hariannya hanya 519 kasus, dan di tanggal 10 kemarin kasus hariannya mencapai 2.091 kasus, BOR di DKI Jakarta mencapai 62,13 persen," kata juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers, Jumat (11/6).

(knv/knv)