Jembatan Sumsel Roboh Karena Usia dan Beban Berlebih
Kamis, 16 Mar 2006 22:10 WIB
Jakarta - Teka teki penyebab robohnya jembatan jalan lintas tengah sumatera, Lahat Sumatera Selatan, mulai terjawab. Umur jembatan yang sudah terlalu tua dan beban yang tidak sesuai ketentuan disinyalir menjadi pemicu runtuhnya beton tersebut "Jembatan ini memang sudah harus diganti dan sekarang dalam proses perencanaan yang diberi nama AS 02 yang dibantu oleh Asian Development Bank (ADB)," ujar Direktur jalan dan jembatan wilayah barat Departemen PU, Purnarachman, kepada detikcom di ruangannya, Gedung Departemen Pekerjaan Umum, Jl Pattimura, Jakarta Selatan, Kamis (16/3/2006) Dalam waktu dekat, Departemen PU akan membuat jembatan darurat untuk kendaraan ringan dan arus lalu lintas masyarakat yang berasal dari Ulak Bandung menuju Tebing Tinggi. "Untuk kendaraan berat, kita alihkan ke jalan lintas timur, agar tidak merusak jembatan darurat," tambahnya. Purnarachman menargetkan jembatan jalan lintas tengah akan kembali beroperasi pada Juli 2006 mendatang dengan konstruksi beton. Bangunan ini diperkirakan akan bertahan sampai 50 tahun mendatang. "Dana yang diperlukan untuk pembangunan kembali jembatan jalan lintas tengah Rp 8 Milliar," jelasnya. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, jembatan buatan Calendar Hamilton (CH) yang tersebar di seluruh indonesia sekitar 300 jembatan, dibuat antara tahun 1977- 1978. Karena itu, Departemen PU akan berkoordinasi dengan Bagian penelitian dan pengembanganuntuk memastikan jembatan mana lagi yang harus diperbaiki atau dibangun kembali.
(ton/)











































