Presiden Minta Masyarakat Papua Tak Gunakan Cara Kekerasan
Kamis, 16 Mar 2006 20:12 WIB
Jakarta -
Presiden SBY meminta masyarakat Papua tidak menggunakan cara kekerasan dalam menyampaikan aspirasi. Presiden pun mengeluarkan instruksi guna menangani kerusuhan tersebut.Intruksi itu dikeluarkan setelah Presiden SBY memimpin rapat kabinet di Kantor Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (16/3/2006)."Atas dasar itu semua, pemerintah sudah mengeluarkan intruksi ke daerah untuk pertama segera memulihkan keadaan keamanan setempat," ujar Presiden SBY kepada wartawan usai rapat. Hal ini diutarakan Presiden terkait kerusuhan di Abepura, Papua, yang menewaskan 3 personil Polri dan 1 prajurit TNI. Selain itu, sedikitnya 4 orang luka berat dan 20 prajurit lainnya mengalami luka-luka. Sedangkan dari pihak masyarakat, empat orang terluka.Presiden meminta keamanan di Papua bisa segera dipulihkan. Selain itu, SBY juga menginginkan kejadian serupa tidak terulang kembali. "Beri kesempatan aparat keamanan dan penegak hukum jalankan tugasnya dengan baik. Polisi ada di depan untuk mengelola tugas ini," kata SBY. Presiden berharap masyarakat Papua menghentikan aksi kekerasan. Ia meminta masyarakat tetap tenang. "Negara ini negara hukum. Ada UUD, UU dan aturan main, jangan sampai ada konflik horizontal atau intimidasi-intimidasi," tegasnya. Selain itu, Presiden meminta elit politik tidak memperkeruh situasi. Sebab, SBY mensinyalir ada tanda-tanda manipulasi dan menggeser isu ke arah kemerdekaan Papua. Ia mengaku saat ini sudah beredar pesan singkat yang isinya memutarbalikkan keadaan. "Mari kita bicara fakta. Jangan ditambah-tambah dengan isu-isu yang hanya memprovokasi dan membingungkan kita semua," tambahnya. Karena itu, ia meminta para elit bisa membantu situasi menjadi kondusif. "Saya minta kearifan dari para elit politik untuk bersama-sama selesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya," tandasnya. Guna mencegah kerusuhan meluas, Presiden mengutus 4 pejabat ke Papua. Mereka adalah Menko Polhukam Widodo AS, Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Kepala BIN Syamsir Siregar dan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto.
(ton/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































