Abepura Masih Mencekam, Warga Takut Keluar Rumah
Kamis, 16 Mar 2006 20:27 WIB
Jayapura - Situasi Abepura malam ini tampak mencekam. Warga takut keluar rumah sejak aparat kepolisian melakukan penyisiran untuk mencari pelaku kekerasan yang menewaskan 3 aparat kepolisian dan seorang anggota TNI AU.Pantauan detikcom, Kamis (16/3/2006) pukul 21.00 WIT, kota Abepura sangat lengang. Tidak ada satu pun kendaraan yang berani lalu-lalang, kecuali aparat kepolisian dan TNI. Warga takut terjadi kesalahpahaman dengan petugas yang sedang melakukan penyisiran.Suasana emosional sempat terlihat di Abepura saat mengetahui ada anggota Brimob yang tewas. Sejumlah aparat melakukan tembakan ke atas, bolak-balik dari RS Bayangkara-Kampus Uncen.Sampai saat ini belum ditehuai berapa orang peserta aksi demonstrasi yang ditangkap aparat keamanan. Demikian juga korban dari warga sipil maupun mahasiswa. Korban luka dan kritis hampir semuanya dari aparat Polri dan seorang wartawan Tempo, Cunding Levi.Cunding Levi terkena pukulan peserta aksi dan sejumlah orang brutal. Selain Cunding Levi, wartawan Kompas Aryo dan wartawan Suara Pembaruan Robert Sandy Sugiat terkena pukulan dan lemparan batu. Secara terpisah, mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli menyerukan agar aparat keamanan tidak terpancing menggunakan cara-cara represif terhadap aspirasi rakyat Papua dalam kasus Freeport. "Kita semua harus sadar bahwa rakyat Papua adalah juga saudara kita dan bagian tidak terpisahkan dari bangsa Indonesia," ujarnya.
(jon/)











































