Gandeng UMN, Dinkes Tangsel Buat Aplikasi Layanan Kesehatan Digital

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 16:14 WIB
UMN
Foto: Dok. UMN
Jakarta -

Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Dinkes Tangsel) meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Peduli Anak dan Ibu Kesehatan Masyarakat Tangerang Selatan (SI PANDAI KEMAS TANGSEL). Aplikasi ini dibuat bersama Universitas Multimedia Nusantara (UMN) sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta peran masyarakat.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Tangsel, Lilis Suryani, mengungkap latar belakang dibuatnya aplikasi ini ialah masih adanya angka kematian ibu dan bayi di wilayahnya. Selain itu, ia menilai adanya pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan cakupan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama ibu dan anak.

Oleh karena itu, Lilis berharap adanya aplikasi ini dapat memberi kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan secara digital, kapan pun dan di manapun.

"Kami masih menemukan adanya kasus stunting di daerah Tangerang Selatan. Dari situlah kami mendapatkan ide untuk membuat sebuah aplikasi yang mudah diakses masyarakat. Aplikasi ini kami harapkan bisa menjadi media bagi masyarakat untuk mendapatkan akses kesehatan dengan mudah," ungkap Lilis dalam keterangan tertulis, Jumat (11/6/2021).

Lilis pun berharap ke depannya aplikasi ini bisa terus berkembang dengan layanan-layanan kesehatan yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Ia menambahkan aplikasi ini juga diharapkan bisa diadopsi ke cakupan yang lebih luas, tak hanya untuk masyarakat Tangerang Selatan saja, dan mencakup fungsi layanan yang lebih banyak.

"Saya berharap, aplikasi ini bisa berkembang lebih jauh. Untuk itu, perkembangan aplikasi ini membutuhkan peran serta banyak pihak, termasuk dukungan masyarakat sebagai pengguna," imbuhnya.

Sementara itu, Dosen Informatika UMN sekaligus Tim PKM program pembuatan aplikasi, Farica Perdana Putri, S.Kom., M.Sc. mengungkap pembuatan aplikasi ini melibatkan dosen UMN yang melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Ia menyebutkan program ini melibatkan dosen dari Fakultas Bisnis, Fakultas Teknik dan Informatika, dan Fakultas Seni dan Desain.

"Dosen dari beberapa fakultas di UMN terlibat dalam pembuatan aplikasi ini, di antaranya Dosen Fakultas Bisnis untuk menyusun sistem pengelolaan aplikasi, Dosen dari Fakultas Teknik dan Informatika untuk rancang bangun aplikasi, dan Dosen dari Fakultas Seni dan Desain untuk membentuk tampilan dan logo aplikasi," jelas Farica.

Lebih lanjut, Farica menjelaskan bahwa aplikasi yang bisa diakses melalui ponsel pintar ini memberikan layanan informasi, konsultasi, dan pendampingan kesehatan. Aplikasi ini akan terintegrasi dengan Puskesmas kelurahan yang akan memberikan tindak lanjut layanan kesehatan pada masyarakat. Ia mengungkap ke depannya fitur dalam aplikasi ini akan terus dikembangkan seiring kebutuhan yang ditemukan.

Selain itu, Rektor UMN Ninok Leksono menyebutkan bahwa keterlibatan UMN menjadi bukti peran penting institusi pendidikan untuk terjun langsung ke masyarakat. Menurutnya universitas tidak bisa hanya berdiri sendiri dengan pendidikan saja akan tetapi juga harus mengambil peran dalam masyarakat.

"Universitas menjalankan tridarma perguruan tinggi, salah satunya pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat membuat universitas tidak menjadi menara gading. Bagi kami, acara ini membuat universitas tidak terisolasi dan asyik sendiri, namun bisa tetap berkontribusi kepada masyarakat," terang Ninok.

Dalam sambutannya di acara peluncuran aplikasi ini, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menilai layanan kesehatan sangat membutuhkan kecepatan dan ketepatan. Menurutnya, kebutuhan akan sistem informasi menjadi strategi penting dalam menjangkau layanan kepada masyarakat dan hal inilah yang menjadi dasar dijalankannya kegiatan ini.

"Salah satu strategi yang dikembangkan adalah SI PANDAI KEMAS TANGSEL. Sistem ini akan memberikan pelayanan dengan kecepatan dan ketepatan bagi masyarakat. Tujuan akhirnya adalah untuk menaikkan angka harapan hidup masyarakat," pungkasnya.

Sebagai informasi, peluncuran aplikasi SI PANDAI KEMAS TANGSEL dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan secara luring di Aula Balandongan Gedung Pemkot Tangerang Selatan dengan protokol kesehatan yang ketat.

(akn/ega)