Janji Setia Korban Perkosaan ke Suami yang Ditangkap Gegara Bunuh Pelaku

Hery Supandi - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 14:09 WIB
poster
Ilustrasi pemerkosaan (Edi Wahyono/detikcom)
Bengkulu -

Pria di Bengkulu, RD, ditangkap polisi setelah diduga membunuh mantan bosnya, AW, karena diduga memperkosa istrinya. Korban pemerkosaan berjanji akan setia menunggu RD keluar dari penjara jika dinyatakan bersalah.

"Saya akan menunggu suami saya bebas meski sampai kapan pun," kata korban pemerkosaan.

Hal itu disampaikan korban saat hadir di rekonstruksi kasus pembunuhan AW di Kepahiang, Bengkulu, Kamis (10/6/2021). Korban mengatakan pembunuhan itu terjadi karena rasa cinta RD kepada dirinya.

"Saya sangat cinta dan sayang suami saya. Rasa cintanya ke sayalah yang membuat suami saya sampai membunuh," katanya.

Dia mengatakan AW memerkosa dirinya dua kali saat suaminya, RD, tak ada di rumah. Pemerkosaan dilakukan dengan ancaman pembunuhan. Korban sempat melawan, namun kalah tenaga.

"Saya takut dan trauma karena tiba-tiba AW datang dan memaksa ingin berhubungan badan. Saya melawan dan saya didorong dan diancam akan dibunuh," ujar korban.

Korban pemerkosaan juga mengatakan AW mengancam akan membunuh suaminya jika dirinya menceritakan peristiwa itu. Dia juga menyebut pemerkosaan terjadi di hadapan anaknya yang masih balita.

Karena tak tahan lagi, korban akhirnya bercerita kepada suaminya. Dia mengatakan suaminya memintanya tenang.

"(Suami) langsung memeluk saya dan meminta saya tenang agar tidak melakukan hal yang aneh," tuturnya.

Suami Bunuh Mantan Bos yang Perkosa Istrinya

RD, yang sakit hati, kemudian membunuh AW pada Selasa (8/6). Polisi mengatakan RD awalnya memberikan tuak ke AW hingga korban mabuk.

RD diduga menikam AW sebanyak 13 kali. Polisi mengatakan AW sempat melawan, namun akhirnya tewas. Setelah korban tewas, pelaku melindas AW dengan motor dan kabur.

"Sempat terjadi perkelahian hingga ke luar rumah, dan di luar rumah pelaku menikam korban secara membabi buta dan akhirnya melindas korban," kata Kasat Reskrim Polres Kepahiang Iptu Welliwanto Malau.

Welli menyebut RD tak merasa bersalah atas perbuatannya. Dia menyebut RD mengaku tidak sadar saat menikam dan melindas korban karena sedang emosi terhadap AW. Pelaku sempat membuang pisaunya dan motor korban ke semak-semak.

"RD mengaku puas karena dendamnya sudah terbalas," tutur Welli.

Polisi Dampingi Korban Pemerkosaan

Kasat Reskrim Polres Kepahiang Iptu Welliwanto Malau mengatakan pihaknya ikut membantu memulihkan mental korban. Dia mengatakan pendampingan bakal dilakukan bersama pemda setempat.

"Kita minta pendampingan dari Satgas PPA Pemda dan Dinsos," kata Welli saat dimintai konfirmasi, Jumat (11/6/2021).

Welli juga mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap korban dan anaknya. Hal itu dilakukan untuk menjamin keamanan korban.

"Kita akan selalu memberikan pendampingan dan pengawasan bagi korban dan anaknya," tutur Welli.

Tonton juga Video: Perampok dan Perkosa ABG di Bekasi Dijerat Pasal Berlapis

[Gambas:Video 20detik]




(haf/imk)