Terus Naik, Begini Data Kasus Harian COVID-19 di DKI Sepekan Terakhir

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 13:20 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Kasus harian COVID-19 di DKI Jakarta dalam satu pekan terakhir mengalami kenaikan. Pemprov DKI Jakarta mencatat kenaikan kasus Corona mulai terlihat sepekan usai libur Lebaran.

Berdasarkan data di situs corona.jakarta.go.id, penambahan kasus mulai mengalami peningkatan sejak 19 Mei 2021. Kasus positif COVID-19 saat itu sebanyak 539.

Sementara itu, kasus terendah setelah hari libur Lebaran tercatat pada 25 Mei 2021. Saat itu, ada 384 kasus positif.

Sepekan terakhir kasus positif COVID-19 memperlihatkan tren lonjakan kasus. Pada (10/6/2021), kasus positif harian di DKI bertambah 2.096 kasus. Berikut perinciannya:

1. 4 Juni : 906 kasus
2. 5 Juni : 1.317 kasus
3. 6 Juni : 1.019 kasus
4. 7 Juni : 1.197 kasus
5. 8 Juni : 755 kasus
6. 9 Juni : 1.371 kasus
7. 10 Juni : 2.096 kasus

Klaster Corona Mudik Lebaran Capai 2.008 Kasus

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya mengungkap kasus aktif yang berasal dari klaster mudik Lebaran di Jakarta sebanyak 2.008 orang. Kasus aktif berasal dari 988 keluarga yang dilakukan penelusuran kontak sejak 21 Mei 2021.

"Dari identifikasi klaster mudik sejak 21 Mei hingga 10 Juni 2021, terdapat 2.008 kasus positif dari 988 keluarga," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam rilis tertulis, Kamis (10/6/2021).

Adanya klaster mudik mempengaruhi jumlah penambahan kasus COVID-19 per Kamis, 10 Juni 2021. Dari 12.304 orang yang diperiksa hari ini, sebanyak 2.096 dinyatakan positif COVID-19.

Sebanyak 51 persen atau 1.070 kasus positif di antaranya merupakan hasil penelusuran kontak di puskesmas yang RT-nya yang ada temuan kasus positif COVID-19. Sisanya, 1.026 kasus, berasal dari faskes di DKI.

"Jika dilihat penambahan kasusnya merata, terjadi di 43 kecamatan penyumbang kasus terbanyak adalah Cengkareng 109 kasus, Cipayung 80 kasus, Jagakarsa 80 kasus, Duren Sawit 71 kasus, dan Kebon Jeruk 68 kasus," katanya.

Tak hanya itu, Dinkes DKI mengungkap ada 800 klaster COVID-19 baru yang tersebar di seluruh wilayah Ibu Kota. Dia mengatakan mayoritas pasien memiliki riwayat perjalanan ke luar kota saat masa libur Lebaran.

"Jadi sekarang kita menemukan 800-an klaster dengan riwayat perjalanan luar kota. Rata-rata anggota klaster 2-3 orang. Jadi ada 1.400 orang yang masuk dalam 800-an klaster tadi," kata Dwi Oktavia saat dihubungi, Rabu (9/6/2021).

Lihat juga video 'Kasus Corona Melonjak, Ini Akses Kudus yang Dibatasi':

[Gambas:Video 20detik]



(man/man)