Tak Lolos Tes CPNS, 150 Guru Bantu di Bandung Demo
Kamis, 16 Mar 2006 19:00 WIB
Bandung -
Ratusan guru bantu yang sudah lama mengabdi di Bandung menggelar aksi. Mereka meminta Pemprov Jawa Barat memberi penjelasan mengenai hasil tes CPNS. Sebab, hasilnya jauh dari janji semula."Kita minta pemerintah untuk menunda dulu hasil tersebut. Kita bukannya ingin menggugat dari calon yang telah diterima tetapi hasil ini harus diaudit," ungkap salah seorang guru bantu dari SMPN 6 Bandung, Nanan Basar saat ditemui di depan Gedung Kepegawaian Provinsi Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Kamis (16/3/2006).Sekitar 150 orang tenaga pendidik ini mendatangi Gedung Kepegawaian Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya, mereka juga menggelar aksi di DPRD Kota Bandung untuk meminta penjelasan terhadap hasil pengumuman calon PNS tersebut.Kerisauan mereka memang cukup beralasan. Pemerintahan Kota Bandung menjanjikan 500 kursi calon PNS untuk guru bantu di Kota Bandung. Namun kenyataanya yang berhasil diterima sebagai PNS untuk guru bantu di Kota Bandung hanya 10 orang saja. Diperkirakan sisanya diisi oleh guru honorer daerah.Nanan mengaku kecewa dengan hasil pengumuman calon PNS tersebut. Seharusnya, calon PNS pada tahun ini diperuntukan 70 persen untuk guru bantu yang sudah lama mengajar dan usianya di atas 40 tahun. "Bukan untuk kalangan guru honorer daerah yang usianya relatif masih muda dan mengajarnya belum lama," cetusnya.Menurutnya, guru bantu yang tergabung ke dalam Forum komunikasi Guru Bantu Kota Bandung atau FKGB Kota Bandung ini mengancam akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Jakarta. Jika Pemerintahan Kota Bandung atau Provinsi Jabar tidak menjelaskan perihal hasil pengumuman calon PNS itu secara jelas. Hingga saat ini anggota yang tergabung ke dalam FKGB sebanyak 1.700 orang."Kita juga curiga seharusnya pengumuman itu diumumkan secara serentak pada kemarin. Namun baru bisa tadi pagi," ungkapnya sengit.
(ton/)










































