Demo Tolak RUU APP, Cewek Seksi Ditangkapi

Demo Tolak RUU APP, Cewek Seksi Ditangkapi

- detikNews
Kamis, 16 Mar 2006 18:51 WIB
Denpasar - Masyarakat Bali kian gencar menolak RUU APP. Berbagai cara digunakan untuk menolaknya, mulai dari unjuk rasa, diskusi, hingga aksi telajang dan drama penangkapan perempuan berpakaian seksi oleh orang-orang berpakaian ala Timur Tengah. Aksi penolakan kali ini terjadi di kota tua di Bali Utara, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Kamis (16/3/2006). Aksi damai penolakan RUU APP dilakukan oleh sekitar 2.000 orang dari mahasiswa IKIP Negeri Singaraja, Institut Hindu Dharma, SMU Laboratorium IKIP Negeri Singaraja dan SMU 4 Singaraja yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pelajar Singaraja. Massa melakukan long march dari Kampus IKIP Negeri Singaraja menuju Taman Kota dengan spanduk dan poster bertema penolakan RUU APP, di antaranya "RUU APP rekayasa orang-orang munafik" dan "RUU APP sudutkan kaum perempuan". Mereka juga membawa lukisan gadis berpose sensual dan peti mati bertuliskan RUU APP. Dalam aksinya yang digelar di Taman Kota Singaraja, Jalan Ngurah Rai, mereka mengelar berbagai aksi yang bertema penolakan RUU APP. Aksi ini dimulai dengan orasi dari Ketua BEM IKIP Negeri Singaraja I Dewa Gede Budi Utama dan Korlap Wayan Nuriati. Aksi yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.00 Wita mendapat kawalan ketat dari ratusan aparat kepolisian. Unjuk rasa mulai memanas dengan tampilan goyang ngebor ala Inul Daratista oleh seorang pelajar yang bergaya waria. Tiba-tiba segerombolan orang yang mengaku sebagai "Polisi Moral" menangkap penari tersebut dengan alasan "UU APP". Suasana mulai adem ketika beberapa model berpakaian seksi berlenggak-lenggok di depan ribuan mahasiswa dan pelajar. Gelak tawa terdengar ketika seorang mahasiswa bernama Surya membacakan puisi bertema "Ada Ada di Balik Celana". Surya membacakan puisinya sambil melucuti seluruh pakaian hingga tersisa underwear. "Tolak RUU APP!" teriaknya di akhir puisi disambut pekikan merdeka oleh massa. Unjuk rasa penolakan RUU APP ini diakhiri dengan kisah seorang cewek berpakian seksi yang ditangkap oleh segerombolan massa berkerudung dengan jas hujan ala pakaian Timur Tengah. "Apakah moral Saudara lebih baik dari pada saya? Apa salah saya dengan berpakaian seperti ini? Bukankah banyak orang-orang berdasi tetapi moralnya lebih buruk karena telah menjual bangsa ini?" gugatnya. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads