Round-Up

Pengakuan-Bantahan Nurdin Abdullah Dituding Ambil Miliaran dari Kontraktor

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 10:37 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengenakan rompi KPK usai dilakukan pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021). Gubernur yang pernah mendapat penghargaan dari KPK tersebut kini justru menjadi tersangka dalam kasus korupsi.
Foto: Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah (Rifkianto Nugroho/detikcom).

Tak Akui Salman Sebagai Ajudan yang Bongkar Siasat Terima Uang dari Kontraktor

Sejalan dengan keterangan yang diberikan Sari, mantan ajudan Nurdin Muhammad Salman Natsir mengaku pernah mengambil uang miliaran Rupiah dari kontraktor di Sulsel. Salah satu yang diakui Salman ialah mengambil uang Rp 1 miliar dari H Momo melalui Sari.

"Saya ketemu beliau (Nurdin Abdullah di rumah pribadi), terus diperintahkan ambil titipan (uang Rp 1 miliar) sama Ibu Sari. Terus saya hubungi Ibu Sari lewat Telegram," kata Salman saat menjadi saksi di PN Makassar pada Kamis (3/6).

Nurdin dengan tegas membantah kesaksian Salman itu. Dia menegaskan tidak pernah menerima uang dari pengusaha bernama H Momo.

"Saya tidak pernah terima uang dari Haji Momo," tegas Nurdin.

Akui Minta Salman Ambil Rp 800 Juta ke Bank

Salman dalam sidang terdakwa Anggu sebelumnya mengaku diminta oleh Nurdin menarik uang Rp 800 juta ke Bank Mandiri. Perintah itu diberikan setelah dirinya menerima uang Rp 1 miliar dari H Momo melalui Sari.

Menurut Salman, uang Rp 1 miliar itu disetor olehnya ke Bank Mandiri Panakkukang, dan kemudian dia meminta Rp 800 juta uang baru ke bank tersebut.

Tapi Nurdin Abdullah lagi-lagi membantah tudingan Salman itu. Dia menegaskan, uang Rp 800 juta itu tidak terkait dengan Rp 1 miliar dari pengusaha H Momo seperti yang dituduhkan Sari dan Salman kepadanya.

Nurdin mengaku hanya memerintahkan Salman untuk menarik dana Rp 800 juta ke Bank Mandiri. Uang itu ditarik untuk pemberian THR kepada beberapa orang pegawai di Rujab Gubernur Sulsel. Uang baru Rp 800 juta tersebut dikemas oleh ajudan Nurdin yang lainnya, Syamsul Bahri ke dalam beberapa amplop.

"Waktu Syamsul masukkan (uang Rp 800 juta) ke amplop saya lihat di situ," kata Nurdin.

Nurdin mengaku tidak memegang uang itu. Dia hanya mengaku uang itu dimasukkan ke dalam sejumlah amplop oleh Syamsul Bahri kemudian dibagikan ke sejumlah orang.

"Jadi langsung dia amplopin ini, dibagikan ke sopir, penjaga taman, walpri (pengawal pribadi)," kata Nurdin.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.