Round-Up

Pengakuan-Bantahan Nurdin Abdullah Dituding Ambil Miliaran dari Kontraktor

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 10:37 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengenakan rompi KPK usai dilakukan pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021). Gubernur yang pernah mendapat penghargaan dari KPK tersebut kini justru menjadi tersangka dalam kasus korupsi.
Foto: Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah (Rifkianto Nugroho/detikcom).
Makassar -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah hadir sebagai saksi dalam sidang terdakwa pemberi suap kepadanya, pengusaha Agung Sucipto alias Anggu. Ada pengakuan dan bantahan Nurdin terkait tudingan meminta dana miliaran rupiah ke sejumlah kontraktor proyek di Sulsel.

Nurdin hadir secara virtual sebagai saksi dalam sidang terdakwa Anggu di Pengadilan Negeri (PN) Makassar pada Kamis (10/6/2021) lalu. Sidang dipimpin Hakim Ketua Ibrahim Palino dengan Hakim Pendamping M Yusuf Karim dan Arif Agus Nindito.

Untuk diketahui, Nurdin, pengusaha Anggu, dan juga mantan Sekretaris Dinas PU Sulsel Edy Rahmat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Februari lalu. Anggu didakwa telah memberi suap kepada Nurdin dan Edy agar perusahaannya menang dalam tender proyek di Sulsel.

Dalam sidang terdakwa Anggu sebelumnya, KPK telah menghadirkan sejumlah saksi yang mengungkap bagaimana siasat Nurdin meminta uang miliaran Rupiah dan uang dalam bentuk Dolar Singapura (SGD) dari sejumlah kontraktor peserta tender proyek di Sulsel. Siasat itu dibongkar oleh mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sulsel Sari Pudjiastuti dan 2 orang ajudan Nurdin, Syamsul Bahri dan Muhammad Salman Natsir.

Tapi, Nurdin langsung membantah kesaksian 3 bawahannya itu saat menjadi saksi KPK di PN Makassar kemarin. Nurdin menyebut aliran dana dari kontraktor yang diungkap 3 bawahannya itu bukan untuk dirinya, melainkan ada untuk pembangunan masjid hingga untuk pasangan calon (Paslon) di Pilkada Bulukumba.

Berikut pengakuan dan bantahan Nurdin Abdullah terkait tudingan meminta dana miliaran dari Kontraktor.

Bersumpah Mengaku Difitnah oleh Eks Pejabat Sulsel Sari

Mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel, Sari Pudjiastuti pada sidang terdakwa Anggu sebelumnya mengaku pernah diperintahkan Nurdin untuk meminta dana Rp 1 miliar dari kontraktor.

"Jadi suatu ketika kami diminta ke Rujab -rumah jabatan- oleh gubernur melalui ajudan Pak Syamsul Bahri, kami melaporkan progres lelang yang sementara berlangsung. Kemudian beliau membutuhkan operasional Rp 1 miliar. Jadi beliau tanya saya siapa yang bisa membantu?" kata Sari saat menjadi saksi KPK dalam sidang terdakwa Anggu di PN Makassar pada Kamis (27/5) lalu.

Uang itu diminta Sari ke kontraktor peserta tender proyek di Sulsel atas nama H Momo yang bersedia membantu.

Setelah menerima uang Rp 1 miliar dari H Momo, Sari mengaku memberikan uang itu kepada ajudan Nurdin bernama Salman. Uang diberikan di parkiran Apartemen Vida View Makassar.

Nurdin Abdullah bersumpah, pernyataan Sari itu merupakan fitnah yang diberikan kepadanya. Nurdin mengaku heran dengan sikap Sari yang telah berubah, padahal Nurdin telah banyak memberi pelajaran kepada Sari saat menjadi bawahannya di Pemprov Sulsel.

"Saya bersumpah JPU -Jaksa Penutut Umum red-, bahwa Ibu Sari tidak memberikan penjelasan yang sesungguhnya tentang saya," tegas Nurdin.

"Saya sangat kecewa, kok tiba-tiba orang ini (Sari Pudjiastuti) lupa semua, padahal saya sudah memberikan contoh yang baik," kata Nurdin lagi.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.