Panglima TNI: Insiden Uncen Cukup Ditangani Polri
Kamis, 16 Mar 2006 17:29 WIB
Jakarta - TNI takkan mengerahkan pasukan untuk turut menangani insiden demonstrasi anti Freeport di kampus Universitas Cendrawasih (Uncen) Kamis (16/3/2006) yang menewaskan 3 polisi. Polri dirasa sudah cukup."Cukup polisilah seperti itu, selama masih bisa ditangani Polri," kata Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto di Kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Meskipun sudah jatuh korban dari polisi, namun Panglima menilai Polri masih mumpuni. "Selama masih bisa ditangani polisi biarkanlah mereka-mereka. Bukannya kita tidak solider, tapi koridornya di situ. Dan saya kira sudah bagus penanganannya di Abepura," jelas Panglima.Sementara Kapolri Jenderal Sutanto di tempat yang sama menyatakan, jika pendemo menyampaikan aspirasi, silakan saja tapi jangan sampai mengganggu kepentingan umum. "Apalagi menyerang petugas. Itu jelas tidak bisa dibenarkan," kata Kapolri. Ada makna politis dari serangan mereka berulang-ulang? "Kalau saya melihat masalah kriminalnya. Masalah politisnya bidang lain," jawab Kapolri. Terhadap kemungkinan ditunggangi OPM, Kapolri menjawab, semua kemungkinan bisa saja terjadi. "Tapi yang kita inginkan jangan sampai mereka berbuat anarkis sehingga menimbulkan korban," harapnya. Kapolri juga menilai tak perlu ada penambahan pasukan. "Personel yang disana sudah cukup," ujarnya.
(nrl/)











































