Edhie Yudhoyono Raih Doktor di IPB, Bamsoet: Terus Berkarya Mas Ibas

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 16:29 WIB
Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama Ketua IMI Singapura Bernard Tay sepakat meningkatkan kerja sama di bidang otomotif.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengaku bangga karena salah satu kader MPR, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) berhasil menjalani Sidang Promosi Gelar Doktor di IPB. Adapun disertasi yang dibuat Ibas berjudul 'Strategi Pembiayaan dan Investasi untuk Pengembangan Pariwisata Terpadu yang Berkelanjutan dan Inklusif'.

"Prestasi akademis Mas Ibas menjadi angin segar di tengah ikhtiar MPR untuk senantiasa menghadirkan sumber daya manusia yang berkualitas, mempunyai kompetensi dalam melaksanakan tugas konstitusional. Terus berkarya, Mas Ibas. Karena pembelajaran adalah proses yang tidak akan pernah berhenti pada satu titik pencapaian," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (10/6/2021).

Ketua DPR RI ke-20 ini memandang, disertasi Ibas sangat membumi, relevan dan kontekstual dengan realitas perekonomian nasional yang dihadapi saat ini. Mengingat sektor pariwisata adalah yang paling terdampak pandemi COVID-19.

"Sebagai gambaran, per Januari 2021 tercatat penurunan jumlah wisatawan asing lebih dari 89 persen dibandingkan pada periode Januari 2020, yang berimbas pada sektor terkait lainnnya. Seperti penurunan penggunaan transportasi udara sebesar 97 persen, transportasi darat 65 persen, dan transportasi laut 47 persen," jelas Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menjelaskan, keterpurukan pariwisata nasional juga menyebabkan penurunan tingkat hunian kamar hotel sebesar 30 persen. Dari sekitar 64 juta UMKM yang terdampak pandemi, sebagian besar adalah jenis usaha yang terkait dengan industri pariwisata.

"Meskipun pandemi COVID-19 telah menghantam sedemikian keras dan menggerus sedemikian dalam sektor pariwisata nasional, namun kita juga meyakini, bahwa sektor pariwisata jugalah yang akan menjadi salah satu kunci bagi kebangkitan perekonomian nasional," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, pengembangan pariwisata harus menjadi upaya berkelanjutan, dan bukan solusi instan. Strategi ini juga harus inklusif, karena banyak sektor terkait yang terdampak pandemi yang menyandarkan harapan pada kebangkitan industri pariwisata.

"Berbagai gagasan dan pemikiran yang tertuang dalam disertasi ini, harus dapat dimanfaatkan oleh segenap pemangku kepentingan. Sehingga bisa menggeliatkan dan membangkitkan kembali sektor pariwisata nasional," pungkas Bamsoet.

(prf/ega)