Tes Obat Berujung Petaka, Perusahaan Jerman Minta Maaf

Tes Obat Berujung Petaka, Perusahaan Jerman Minta Maaf

- detikNews
Kamis, 16 Mar 2006 16:16 WIB
Jakarta - Uji klinis obat berujung petaka. Enam relawan yang ikut serta dalam tes obat mengalami sakit parah dan harus dirawat di rumah sakit. Dua diantaranya bahkan dalam kondisi kritis.Perusahaan obat Jerman, TeGenero, yang memproduksi obat baru tersebut telah meminta maaf kepada keluarga 6 orang tersebut. Namun Thomas Hanke, salah seorang pimpinan perusahaan menegaskan, uji coba obat itu telah memenuhi standar yang diwajibkan.Uji klinis bermasalah tersebut diadakan di sebuah unit riset di London, Inggris. Obat baru ini dimaksudkan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit kanker tertentu, multiple sclerosis, dan rheumatoid arthritis.Kondisi dua dari enam pasien saat ini gawat. Empat orang lainnya masih dalam kondisi serius dan dirawat di ICU di Rumah Sakit Northwick Park, London. Sebelum mengikuti tes obat, keenam orang tersebut dalam keadaan segar bugar. Namun pada Rabu (15/3/2006) malam waktu setempat, mereka mendadak jatuh sakit dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Menurut Hanke, perusahaan TeGenero "hancur atas perkembangan yang mengejutkan dalam pengujian obatnya." Hanke mengatakan, obat TGN1412 ini sebelumnya tidak pernah menunjukkan adanya efek samping yang parah seperti kali ini.Riset awal atas obat baru ini dimulai pada tahun 1997 lalu dan telah sampai ke tahap pengembangan sejak tahun 2000. Atas insiden tak terduga ini, pengujian obat terpaksa dihentikan.Sebenarnya ada 8 orang yang menawarkan diri dan menerima bayaran untuk ikut serta dalam uji klinis obat ini. Namun dua di antaranya lolos dari sakit setelah diberikan plasebo. Salah seorang peserta yang selamat, Raste Khan menceritakan situasi mengerikan usai meminum obat tersebut."Awalnya mereka mulai merobek baju mereka karena mengeluh panas, kemudian beberapa menjerit-jerit kepala mereka seperti mau meledak," papar Khan kepada tabloid Inggris, The Sun. "Setelah itu mereka mulai lemas, muntah-muntah dan menggeliat di tempat tidur mereka," imbuh pria berusia 23 tahun itu seperti diberitakan AFP, Kamis (16/3/2006).Salah seorang korban, Ryan Wilson, mengalami gagal jantung, paru-paru dan ginjal akibat meminum obat tersebut. Pemuda berusia 21 tahun itu sampai memohon kepada dokter untuk memberinya pil tidur karena tidak tahan merasakan sakit yang luar biasa. "Kepalanya membengkak hampir tiga kali ukuran normalnya. Begitu pula lehernya. Lehernya lebih lebar dari kepalanya dan kulitnya berubah menjadi ungu," ujar Jo Brown, kakak ipar Wilson.Obat ini diduga belum pernah diuji ke manusia. "Ini obat yang belum pernah mereka uji pada manusia jadi mereka tidak tahu masalah apa yang mereka hadapi. Obat ini benar-benar mengganggu organ-organ vital mereka," cetus Myfanwy Marshall yang kekasihnya juga menjadi korban.Para penyidik dari Badan Regulator Produk Obat dan Kesehatan Inggris tengah menyelidiki insiden tidak biasa ini. Penyelidikan dilakukan dengan bantuan aparat Kepolisi Metropolitan London. (ita/)



Berita Terkait