Hakim Belum Siap, Pembacaan Putusan Gugatan Polusi Udara Kembali Ditunda

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 12:49 WIB
Sidang perdana gugatan perdata terkait polusi udara ditunda. Hal itu karena berkas dan dokumen surat kuasa hukum dari penggugat belum lengkap.
Sidang gugatan polusi udara Jakarta (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) kembali menunda pembacaan putusan gugatan atas pencemaran udara Jakarta. Sidang ditunda lantaran hakim belum siap.

"Mohon dimaklumi, hari ini putusan belum bisa kami bacakan. Kami sepakat untuk menunda keputusan dua minggu ke depan. Mohon maaf, dengan alasan yang kami sampaikan tadi, putusan belum bisa kami bacakan," ujar hakim ketua Saifuddin Zuhri di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (10/6/2021).

Diketahui, sidang pembacaan putusan gugatan ini sudah dua kali ditunda. Sebelumnya ditunda pada 20 Mei 2021 karena berkas ada yang belum lengkap.

Pengacara gugatan polusi udara, Ayu Eza Tiara, mengaku kecewa atas sikap majelis hakim. Ayu berharap sidang selanjutnya, yang akan digelar pada 24 Juni mendatang, tidak lagi ditunda.

"Pembacaan putusan yang memakan waktu hingga 8 minggu bukanlah hal yang bisa dianggap wajar. Hal ini merupakan bukti nyata dari buruknya manajemen waktu proses peradilan dan pelanggaran terhadap asas peradilan yang cepat, sederhana, dan biaya ringan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 2 ayat 4 UU No 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman," ujar Ayu.

"Kami sangat berharap ke depannya Majelis Hakim tidak lagi mengulur-ulur waktu agar ada kepastian bagi para pencari keadilan, khususnya terhadap kasus gugatan 32 warga negara yang telah kami ajukan sejak 4 Juli 2019. Kami juga masih sangat mengharapkan Majelis Hakim dapat mengabulkan seluruh tuntutan dari para Penggugat," sambung Ayu.

Diketahui, kelompok masyarakat yang menamakan diri Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Ibu Kota) mengajukan gugatan perdata terkait polusi udara Jakarta dan sekitarnya. Mereka menuntut pemerintah bisa mengendalikan pencemaran udara.

Dalam gugatan perdata itu sebelumnya disebutkan para tergugat antara lain Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selain itu, tercantum turut tergugat yakni Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Simak video 'Kualitas Udara Jakarta Kembali Terburuk di Dunia':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/zak)