Angkat Raju & Eman, Anton Medan Bantah Cari Popularitas
Kamis, 16 Mar 2006 14:36 WIB
Bogor - Anton Medan kena tudingan tak sedap setelah mengangkat Muhammad Azwar (Raju) dan Armansyah (Eman) sebagai anak. Ia dituduh ingin cari popularitas. Tapi pria yang kini berganti nama menjadi HM Ramadhan Effendi ini membantah."Saya lakukan ini karena Allah, bukan karena sesama manusia. Saya peduli nasib mereka dan pendidikan mereka ke depan," kata Anton saat ditemui detikcom di Ponpes Terpadu At Taibin, Jalan Raya Kampung Sawah, Kelurahan Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor, Kamis (16/3/2006).Keluarga Raju dan Eman berada di Ponpes At Taibin sejak Selasa 14 Maret lalu. Anton mengaku kedatangan keluarga anak-anak yang menjadi kontroversi dalam kasus peradilan anak itu atas undangannya.Mantan napi itu menuturkan terpanggil ikut menangani kasus Raju karena perannya sebagai ulama. Selain itu juga karena Raju dan Eman adalah warga Sumatera Utara yang merupakan tempat kelahiran Anton. "Saya juga pernah menjalani hukuman 4 tahun di penjara itu (Pangkalan Brandan) pada umur 13 tahun," kata Anton. Pemilik Ponpes At Taibin itu lantas menceritakan proses menjadikan Raju dan Eman sebagai anak angkat. Seminggu sebelum Raju divonis, Anton mendapat undangan ceramah di Medan. Di kota itu, Anton berceramah di penjara Tanjung Gusta Medan, penjara Binjai dan ke penjara Lubuk Pakam.Usai ceramah itu, karena kasus Raju sedang heboh, Anton lalu pergi ke rumah orangtua Eman. Di rumah itu, Anton bertemu ibu Eman dan menawarkan agar dilakukan islah (perdamaian) dengan keluarga Raju. Karena tawaran itu disetujui keluarga Eman, Anton lalu menemui keluarga Raju di RS Langkat. Saat itu Raju tengah dirawat di RS itu karena sakit. Kepada orangtua Raju, Anton menawarkan hal yang sama. Keluarga Raju juga setuju untuk islah. Setelah pertemuan itu, Anton mengajak kedua keluarga yang berseteru itu ke Masjid Jami' Azizi di Pangkalan Brandan. Di situlah akhirnya diadakan proses islah yang dihadiri sekitar 200 warga."Pada waktu itu saya menyatakan siap menjadikan mereka anak angkat saya di pesantren, saya tanggung biaya pendidikannya sampai perguruan tinggi. Tapi jangan diputuskan buru-buru, silakan dipertimbangkan," tutur Anton.Setelah vonis, keluarga Raju dan Eman semua berjumlah 12 orang datang ke Ponpes At Taibin. Ongkos dan biaya untuk keperluan itu semua ditanggung Anton Medan. "Jadi bukan mau langsung dipondokin, mereka lihat-lihat dulu," tandas ustad itu.
(iy/)











































