Mungkinkah Megawati-Prabowo Reuni di Pilpres 2024?

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 15:10 WIB
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri selesai menggelar pertemuan dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Prabowo berterima kasih mengundang Mega ke Hambalang.
Megawati dan Prabowo (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Wacana menduetkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mencuat. Namun, mungkinkah duet itu akan terwujud?

"Sebagai paslon, Mega-Prabowo lebih dari mungkin ya, karena tanpa Gerindra pun, PDIP sudah bisa calonkan sendiri, kursinya sudah di atas 20 persen, tetapi kan maju Pilpres bukan cuma sekadar maju, tapi juga ingin menang," kata Direktur Indo Barometer, Muhammad Qodari, saat dihubungi, Rabu (9/6/2021).

Kendati demikian, Qodari mengungkap adanya problematika jika duet itu terwujud. Menurutnya, popularitas Megawati tak lagi seperti dulu lagi.

"Nah di titik ini problematikanya muncul karena Bu Megawati itu masa kejayaan sebagai tokoh elektoral, tokoh populer, tokoh yang dipilih oleh masyarakat sebagai calon presiden saya lihat fasenya sudah lewat, fase beliau itu pada tahun 1999, itu puncaknya. Sayangnya, pada tahun 1999 tidak ada pilpres langsung. Kalau ada pemilihan presiden langsung beliau pasti menang," tuturnya.

"Kemudian 2004, itu sebetulnya juga masih kuat ya, terbukti masih bisa menduduki posisi nomor 2 walaupun masih kalah dibandingkan dengan SBY. Tetapi di atas 2004, menurut saya, peran elektoral Bu Mega sudah menyurut, sebagaimana terbukti adab 2009 kalah ya 1 putaran melawan SBY," sambung Qodari.

Menurut Qodari, Megawati pun sudah menyadari kondisi tersebut. Karena itulah pada Pilpres 2014, Megawati memutuskan mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden dari PDIP.

"Saya lihat Bu Mega sudah menyadari situasi dan kondisi itu, tentunya dengan masukan dari tim kajian dari PDIP sehingga tahun 2014, Bu Mega mengajukan nama Joko Widodo sebagai calon presiden begitu," ujarnya.

Atas dasar itulah, Qodari menilai kecil kemungkinan Megawati akan reuni kembali dengan Prabowo di 2024.

"Jadi singkatnya saya melihat kecil kemungkinan bahkan hampir mustahil, mustahil ya Bu Mega maju lagi sebagai calon presiden dan berpasangan dengan Prabowo Subianto di tahun 2024 yang akan datang."

Lantas, siapa yang mungkin?

Qodari melihat duet Jokowi-Prabowo Subianto lebih memungkinkan di Pilpres 2024. Namun, dengan catatan, lanjutnya, terlebih dulu dilakukan amandemen UUD 1945 terkait pemilihan presiden.

"Karena itulah kemudian ya dengan pertimbangan peluang menang itu, maka sesungguhnya yang mungkin terjadi itu bukan Megapro, tapi Jokpro, Jokowi-Prabowo di tahun 2024 yang akan datang. Dengan catatan tentu ada amandemen UUD 1945 begitu," tuturnya.

(maa/mae)