Anggota DPRD Salahkan Pemko Pekanbaru Ceroboh Bikin Vaksinasi Amburadul

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 12:25 WIB
A dose of the Phase 3 Novavax coronavirus vaccine is seen ready for use in the trial at St. Georges University hospital in London Wednesday, Oct. 7, 2020. Novavax Inc. said Thursday Jan. 28, 2021 that its COVID-19 vaccine appears 89% effective based on early findings from a British study and that it also seems to work — though not as well — against new mutated strains of the virus circulating in that country and South Africa. (AP Photo/Alastair Grant)
Ilustrasi vaksin (Foto: AP/Alastair Grant)
Pekanbaru -

Vaksinasi Corona atau COVID-19 untuk warga Pekanbaru, Riau, amburadul setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Pekanbaru menarik vaksin dari rumah sakit. Anggota DPRD Riau pun menyalahkan Pemko Pekanbaru.

"Betul yang kita wanti-wanti, vaksinasi amburadul. Ini adalah kecerobohan fatal Pemko sebagai pelaksana dan Pemprov yang mendistribusikan vaksin tanpa perencanaan yang memuat terkait baik itu prioritas penerima maupun jumlah vaksin yang ada," kata anggota Komisi V DPRD Riau, Ade Hartati, Rabu (9/6/2021).

Dia mengatakan data tak sinkron itu muncul karena ada kecerobohan Dinkes Pekanbaru. Dia mengatakan masalah muncul karena data orang yang divaksinasi tidak diinput ke P-care (pencatatan vaksinasi) dan SMILE (Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik Elektronik).

"Yang pasti ada ketidaksinkronan data dan ini kecerobohan fatal. Harusnya ada skala prioritas," katanya.

Dia mengatakan pemerintah pusat telah memberi target untuk mencapai herd immunity pada Maret 2022. Menurutnya, hal itu sulit tercapai jika proses vaksinasi amburadul.

"Sesuai target nasional, herd immunity itu bisa terbentuk pada Maret 2022 atau yang artinya program vaksinasi untuk seluruh masyarakat selesai pada Maret 2022. Kalau pemerintah kerja tidak ada perencanaan, tidak ada sasaran dan target, akan seperti di atas kejadiannya," kata politikus PAN tersebut.

Sebelumnya, seluruh vaksin COVID-19 yang tersebar di rumah sakit di Pekanbaru, Riau, ditarik. Penarikan vaksin dilakukan karena jumlah vaksin yang disuntikkan tak sesuai dengan data yang diterima Dinas Kesehatan.

Penarikan vaksin dari semua rumah sakit di seluruh Pekanbaru diketahui setelah surat dari Dinas Kesehatan Pekanbaru tersebar luas. Surat itu ditujukan kepada semua direktur rumah sakit di Kota Bertuah.

"Sehubungan dengan adanya evaluasi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Pemerintah Kota Pekanbaru, maka kami memerintahkan kepada seluruh direktur rumah sakit se-Pekanbaru untuk segera mengembalikan vaksin COVID-19 ke Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru," tulis surat yang ditandatangani Kabid Sumber Daya Dinkes Pekanbaru David Oloan saat dilihat detikcom, Selasa (8/6).

(ras/haf)