DPRD Puji Pemkot Surabaya Wadahi Siswa Penghafal Kitab Suci di PPDB

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 20:07 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah
Foto: DPRS Surabaya-Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang mengakomodasi penghafal kitab suci untuk bisa mendaftar melalui Jalur Prestasi dalam PPDB di SMPN di Surabaya.

Selain siswa muslim yang hafal Alquran, siswa beragama lain juga bisa ikut bersaing merebut Jalur Prestasi dengan pagu 30 persen dalam PPDB tersebut.

"Bisa jadi Surabaya menjadi daerah pertama yang memberi tempat khusus para hafidz (penghafal Alquran) dan kitab suci lain dalam PPDB. Ini semakin membuat siswa SD yang hafal kitab suci makin semangat," kata Laila dalam keterangan tertulis, Selasa (8/6/2021).

Mantan guru yang kini jadi pimpinan DPRD ini berharap calon peserta didik baru (CPDB) dapat memanfaatkan jalur penghafal kitab suci dengan maksimal. Dia juga berpesan agar panitia PPDB bisa bekerja jujur dan profesional.

Menurutnya proses seleksi masuk SMPN ini perlu melibatkan lembaga independen, seperti Kementerian Agama Kota Surabaya atau lembaga lainnya.

"Tapi saya sudah diberi tahu Dindik kalau sudah menggandeng Kemenag. Ini lebih baik," ujarnya.

Politisi perempuan PKB ini menilai dengan diakomodasinya penghafal kitab suci menjadi penyemangat baru. Apalagi saat ini banyak sekolah agama Islam yang sudah membuka kelas khusus hafalan Alquran.

Laila menyebut selama periode 7-11 Juni 3022, Dinas Pendidikan Kota Surabaya sudah menyeleksi CPDB di Kantor Kemenag Surabaya. Siswa yang lolos tes akan mendapat sertifikat untuk digunakan mendaftar pada jalur prestasi yang dibuka pada 16-20 Juni 2021 mendatang.

Diungkapkannya setiap agama telah menetapkan kriteria hafalan yang berbeda. Agama Islam menetapkan jumlah hafalan 5 juz di dalam Alquran. Sementara agama Kristen dengan jumlah hafalan 30 juz Alkitab yang diambil dari materi pelajaran Pendidikan Agama Kristen sesuai Kurikulum Nasional 2013 kelas 4, 5, dan 6.

Untuk siswa beragama Katolik, dapat memilih salah satu Mazmur pada Hari Raya Pentakosta, Natal, Paskah, Harian, Pelindung (peringatan wajib) dan Jumat Agung. Sedangkan Agama Hindu jumlah hafalan sebanyak 10 Sloka Kitab Suci Weda, dan jumlah hafalan Konghucu, yaitu delapan Pengakuan Iman dan Keimanan Pokok Agama Konghucu baik yang Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia.

Sedangkan untuk Agama Buddha, lanjut Laila, calon peserta didik dapat memilih salah satu jenis hafalan dari empat pilihan. Pertama adalah 5 ayat Kitab Suci Dhammapada. Kedua, 5 Paritta pada Paritta Suci Tripitaka. Pilihan ketiga, yaitu 10 Sutra Pendek (Mahayana), dan terakhir adalah Doa Berkah (Maitreya). Nantinya mereka akan bersaing bersama peraih prestasi akademik dan prestasi nonakademik di bidang olahraga atau seni.

(ega/ega)