Syukuran Seabad Soeharto, Tutut Cerita Kiprah Sang Ayah Selama Pimpin RI

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 19:16 WIB
Jakarta -

Keluarga Cendana menggelar syukuran 100 tahun Presiden ke-2 Indonesia Soeharto. Salah satu anak Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana (Tutut), mengenang kiprah sang ayang saat memimpin Indonesia selama 32 tahun.

Awalnya Tutut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang senantiasa masih melantunkan doa dan dzikir untuk mendoakan Soeharto hingga kini. Menurutnya, Soeharto adalah orang tua serta guru yang sangat dikagumi, disayangi, diteladan, dan dihormati.

"Beliau selalu melangkah dengan semangat kerja tak kenal lelah, tanpa pamrih jujur, tekun, tegas, bijaksana, dan pada setiap langkahnya selalu dilandasi kedisiplinan yang tinggi sesuai jiwa kemiliteran yang mengalir sejak usia muda. Dibarengi, tuntunan agama yang lekat dalam jiwanya sejak kecil," ucap Tutut mewakili keluarga dalam sambutannya di Masjid Agung At Tin TMII, Jakarta Timur, Selasa (8/6/2021).

"Bapak pantang menyerah dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat kecil, meskipun banyak kendala yang dihadapinya," tambahnya.

Tutut mengatakan sejarah mencatat bahwa Soeharto bersama elemen-elemen bangsa yang lain ditakdirkan terlibat dalam fase fase penting perjalanan bangsa. Mulai masa perjuangan, mempertahankan kemerdekaan hingga masa pembangunan.

"Sesaat setelah proklamasi kemerdekaan, ayahanda kami yang kala itu masih remaja turut serta mengangkat senjata mengusir penjajah, termasuk melakukan perebutan-perebutan senjata penjajah untuk modal perjuangan bangsa," katanya.

Dia membeberkan sejumlah peran Soeharto dalam memimpin perjuangan memerdekakan bangsa Indonesia. Menurut Tutut, Soeharto memimpin Serangan Umum 1 Maret 1949, Operasi Mandala Pembebasan Irian Barat, hingga mengatasi pemberontakan PKI pada tahun 1965.

"Kemudian Alhamdulillah bapak ditakdirkan memimpin bangsa ini dan membawa pada fase pembangunan bangsa selama lebih 30 tahun berikutnya," ujarnya.

Lebih jauh, Tutut juga menceritakan kiprah Soeharto pada masa awal pembangunan di tahun 1966. Saat itu, kata dia bangsa Indonesia masih terjebak kemiskinan, di mana 60 persen rakyat Indonesia masih miskin.

"Pada era pembangunan atau yang kita kenal dengan era Orde Baru bangsa kita berhasil membangun ekonominya tumbuh secara konstan rata-rata di atas 7% per tahun. Alhamdulillah kemiskinan berhasil ditekan ke angka 11% pada tahun 1997," katanya.

Dia menyebut penghargaan demi penghargaan dunia telah diterima Indonesia di era kepemimpinan Soeharto. Di antaranya pada tahun 1985, Indonesia mendapatkan penghargaan dari FAO karena dinilai berhasil menciptakan swasembada beras.

"Ada juga yang menyebutkan sebagai macan Asia. Capaian itu tidak bisa dipungkiri, suka atau tidak suka, tentunya menjadi pijakan bagi tahapan-tahapan pembangunan hingga saat ini," pungkasnya.

(fas/idn)