PMO Prakerja Apresiasi Pelatihan Online Sertifikasi di Arkademi

Content Promotion - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 15:19 WIB
Tim Arkademi bersama Direktur Eksekutif  PMO Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari dan Direktur Operasi Kartu Prakerja Hengki Sihombing.
Foto: Arkademi
Jakarta -

Arkademi sebagai platform kursus online sertifikasi pertama di Indonesia mendukung program Kartu Prakerja yang diselenggarakan Pemerintah RI dengan menyediakan kursus-kursus online bersertifikasi profesi. Sebagai lembaga pelatihan (LP) resmi Program Kartu Prakerja sejak 2020 lalu, Arkademi telah melayani lebih dari 250 ribu peserta pelatihan Kartu Prakerja dari seluruh Indonesia.

Arkademi menyediakan lebih dari 160 pelatihan di program Kartu Prakerja sekaligus satu-satunya LP yang menyelenggarakan pelatihan sertifikasi online profesional seperti Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Brevet Pajak A/B, persiapan sertifikasi ISO, hingga sertifikasi halal untuk usaha kecil.

Dalam Dialog Menko Perekonomian RI dengan Penerima Kartu Prakerja di Bandung pada Jumat (4/6) lalu, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP/PMO) mengapresiasi program pelatihan dan sertifikasi dari Arkademi. Hal itu dinilai dapat membantu peserta pelatihan Kartu Prakerja dalam percepatan karier di dunia profesional.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Arkademi karena telah konsisten menyediakan program pelatihan sertifikasi unggulan bagi program kartu Prakerja. Diharapkan ini dapat menjadi awal pertumbuhan bisnis yang baik bagi Arkademi untuk meraih atensi market," ungkap Direktur Eksekutif MPPKP Denni Puspa Purbasari.

Head of Communication MPPKP Louisa Tahutu, menyatakan berbagai pelatihan dengan sertifikasi yang disediakan oleh Arkademi tidak hanya menambahkan pilihan keterampilan di program Pelatihan Kartu Prakerja, namun juga sangat membantu penerima Kartu Prakerja dalam peningkatan dan percepatan karier profesional di dunia industri.

"Kami mengapresiasi jenis program kelas-kelas sertifikasi yang diselenggarakan Arkademi di Program Kartu Prakerja seperti ahli keselamatan dan kesehatan kerja dan perpajakan. Diharapkan peserta Kartu Prakerja tak hanya mendapatkan pelatihan di bidang hobi dan pemasaran. Tapi juga pelatihan sertifikasi profesional dengan harga terjangkau dibandingkan konvensional," kata Louisa.

CEO & Founder Arkademi Hilman Fajrian menjelaskan Arkademi yang didirikan sejak 2017 sejak awal memiliki misi untuk membantu 130 juta tenaga kerja Indonesia untuk meningkatkan keahlian dan mendapatkan sertifikasi profesi melalui penyediaan kursus online yang terbuka, mudah diakses, dan berbiaya terjangkau. Misi ini dijalankan untuk menjawab tantangan kebutuhan industri yang membutuhkan begitu banyak tenaga terampil, serta kebutuhan tenaga kerja Indonesia untuk percepatan karier dan peningkatan daya saing serta kesejahteraan.

Oleh sebab itu, berbeda dengan penyedia online course lain di Indonesia yang pelatihannya diajarkan oleh individu, setiap pelatihan di Arkademi hanya diselenggarakan oleh lembaga kursus resmi, lembaga sertifikasi profesi, training center, hingga perusahaan. Hal ini tidak hanya untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang berkualitas dan berstandar tinggi, namun juga menghasilkan kredensial yang dipercaya oleh industri. Saat ini Arkademi sudah menyediakan 300 lebih pelatihan dengan metode E-learning yang mayoritas menawarkan sertifikasi profesi, mulai dari bidang keuangan, perpajakan, keselamatan dan kesehatan kerja, hingga ISO.

"Pelatihan di bidang ketenagakerjaan bukan hanya persoalan mendistribusikan pengetahuan, keahlian, dan pengalaman. Namun yang terpenting adalah pembelajaran yang sesuai dengan standar pendidikan non-formal, sesuai dengan kebutuhan industri, serta memiliki kredensial yang kredibel di mata employer. Itulah yang kami lakukan di Arkademi bersama ratusan lembaga kursus dan training center resmi yang menjadi mitra kami," jelas Hilman dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (8/6/2021).

Manfaat yang Arkademi bawa ke pasar Indonesia, tambah Hilman, dirasakan oleh Ubaidillah. Ia merupakan salah satu penerima Kartu Prakerja dari Banten yang berhasil mendapatkan pekerjaan setelah mengantongi pelatihan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang diselenggarakan Arkademi pada program pelatihan Kartu Prakerja.

"Dengan Prakerja ini saya sangat terbantu. Saya bisa punya sertifikat keahlian, saya punya pekerjaan, bisa menafkahi keluarga saya," kata Ubaidillah dalam video testimoni yang dirilis PMO Prakerja pada akhir 2020.

Sementara itu, pada agenda Dialog bersama Menko Perekonomian RI, turut diselenggarakan talkshow bertema 'Antara Tren, Produk, dan Konsumen'. Hilman Fajrian menjadi salah satu pemateri utama.

Pada kesempatan itu, Hilman menyampaikan, selain menyediakan ratusan pelatihan dengan sertifikasi profesi, Arkademi juga menyelenggarakan berbagai pelatihan bidang kewirausahaan. Perbedaan antara Arkademi dengan lembaga pelatihan lain adalah, pelatihan kewirausahaan di Arkademi bersifat teknis dan mendalam, mulai dari segi fundamental, implementasi, dan analisa. Belasan pelatihan kewirausahaan Arkademi di Program Kartu Prakerja yang dibawakan sendiri oleh Hilman telah diikuti oleh puluhan ribu peserta Pelatihan Prakerja.

"Kesuksesan dalam kewirausahaan di era sekarang lebih banyak ditentukan oleh hardskill atau kemampuan teknis. Mulai dari validasi ide, validasi produk, dan market. Termasuk juga bagaimana kita mengembangkan produk awal secara cepat dan efisien, pengelolaan risiko, dan manajemen keuangan yang akan mengungkap apakah kita memiliki bisnis yang potensial atau tidak," ungkap Hilman yang telah menjalani dunia kewirausahaan sejak berusia 20 tahun dan telah mendirikan tujuh perusahaan.

Dijelaskannya dalam acara yang dipandu oleh Tokopedia tersebut, masyarakat Indonesia cenderung menganggap kewirausahaan hanya butuh keberanian dan modal. Oleh sebab itu, banyak orang masih terbatas dalam menguasai teknik dalam berbisnis dan menganggap kesuksesan berusaha mayoritas ditentukan oleh keberuntungan. Padahal, ditegaskan Hilman kemampuan teknis sangat menentukan nasib sebuah usaha ke depannya.

"Misal, Anda punya pemodal. Cara anda membagi keuntungan atau saham adalah hardskill atau teknik. Ada ilmunya. Begitu juga bagaimana cara membuat produk versi awal secara cepat dan minimal. Hal-hal seperti ini jarang diketahui. Di Arkademi kami mengajarkan hal-hal seperti ini dan tidak terdapat pada penyedia lain. Kami hanya membawakan heavy course; pelatihan yang serius untuk mereka yang benar-benar serius," urai Hilman yang memegang sertifikasi entrepreneurship dari lembaga prestisius dunia seperti Wharton Business School, Ludwig-Maxmilians Munchen, Stanford University, University of British Columbia, University of California, IE Business School, hingga Instituto de Empresa Business School Madrid.

(ads/ads)