COVID Naik Tajam Usai Lebaran, Museum Tsunami Aceh Ditutup Sementara

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 13:30 WIB
Pekerjaa merawat taman bunga di perkarangan Museum Tsunami, Banda Aceh, Aceh, Senin (16/3/2020). Untuk mencegah penyebaran Virus Covid-19, Pemerintah Kota Banda Aceh menutup sejumlah objek wisata bagi pengunjung, antara lain Museum Tsunami, Museum Aceh, situs tsunami PLTD Apung, situs tsunami Kapal Nelayan Atas Rumah dan objek wisata pantai lainnya selama 14 hari terhitung Senin (16/3/2020). ANTARA FOTO/Ampelsa/nz.
Museum Tsunami di Aceh kembali ditutup sementara untuk mencegah penyebaran virus Corona (Foto: ANTARA FOTO/AMPELSA)
Banda Aceh -

Museum Tsunami di Aceh kembali ditutup sementara untuk mencegah penyebaran virus Corona. Museum kembali dibuka bila Tanah Rencong telah masuk zona aman penyebaran COVID-19.

"Kita mendukung pemutusan rantai penyebaran virus Corona apalagi Aceh setelah lebaran itu meningkat tajam dan zona merah. Museum kita tutup sementara sejak 1 Juni kemarin," kata Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh Hafnidar saat dikonfirmasi, Selasa (8/6/2021).

Hafnidar mengatakan jumlah kunjungan wisatawan ke Museum Tsunami meningkat sejak Lebaran Idul Fitri 1442 H. Pelancong kebanyakan berasal dari luar daerah seperti Sumatera Utara dan sekitarnya.

"Pengunjung ramai selama ini. Di masa pandemi dibanding beberapa museum lain di Indonesia, mungkin yang paling tinggi kunjungan ke Museum Tsunami," jelasnya.

Selama kondisi pandemi COVID-19, kata Hafnidar, Museum Tsunami Aceh memberlakukan sistem pembatasan dan tunggu bagi pengunjung. Aturan itu dibuat supaya tidak terjadi kerumunan di dalam museum.

"Sistem pengunjung kami batasi mulai 15-20 orang sekali masuk. Sebelumnya petugas juga meminta semua pengunjung untuk tetap menaati protokol kesehatan, mulai dari cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak," tutur Hafnidar.

Dia menyebut museum kembali dibuka setelah ada arahan dari pemerintah. Meski museum ditutup, karyawan tetap bekerja seperti biasa.

"Tapi ada yang kita sifkan untuk membatasi interaksi. Sebelumnya kita masuk full," ujarnya.

(agse/jbr)