Gunung Merapi Waspada

Gunung Merapi Waspada

- detikNews
Kamis, 16 Mar 2006 11:27 WIB
Solo - Merapi, salah satu gunung paling aktif di dunia, kembali menunjukkan peningkatan aktivitasnya. Statusnya saat ini telah ditingkatkan menjadi 'Waspada Merapi' menyusul terjadinya beberapa kali gempa di dalam perut gunung tersebut.Peningkatan status tersebut ditetapkan sejak Rabu (15/3/2006) pukul 20.00 WIB semalam. Hingga Kamis (16/3/2006) siang ini, tim dari Badan Vulkanologi Yogyakarta masih berada kawasan puncak untuk melakukan mitigasi atau memantau aktivitas Merapi secara langsung, dibantu tim pemantau dari Pos Merapi di Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali.Kepala Pos Pemantaun Merapi di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Yulianto mengaku telah menerima informasi peningkatan status itu. "Kami memperoleh laporan terjadi beberapa kali gempa di dalam perut Merapi," ujar Yulianto kepada wartawan, Kamis (16/3/2006).Menindaklanjuti laporan itu, kata Yulianto, masing-masing pos yang ada melakukan pemantauan lebih serius terhadap setiap aktivitas yang terjadi. Langkah tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk karena dari pengalaman yang ada aktivitas Merapi memang sulit diprediksi.Siapkan Evakuasi WargaMenanggapi adanya peningkatan status tersebut, sejumlah desa yang berada di kawasan rawan di lereng Merapi telah melakukan berbagai persiapan jika kemungkinan terburuk terjadi, termasuk persiapan evakuasi warga.Di Dukuh Stabelan yang berada di Desa Tlogolele, misalnya, telah diterapkan kewaspadaan penuh. Hal itu mengingat dukuh tersebut adalah daerah paling tinggi di Kecamatan Selo yang dihuni penduduk."Seluruh perangkat serta tokoh masyarakat setempat sudah kami beritahu agar bersiap menghadapi berbagai kemungkinan termasuk langkah evakuasi sebagai kemungkinan paling buruk yang harus dihadapi. Sebelumnya juga telah beberapa kali dilakukan simulasi agar warga tidak panik jika suatu ketika terjadi evakuasi," ujar Kepala Desa Tlogolele, Budi Harsono.Alat-alat pendukung evakuasi, kata Budi, telah dipersiapkan jika sewaktu-waktu digunakan. Demikian juga dengan relawan yang tergabung dalam satuan tugas serta jalur evakuasi dan tempat pengungsian sementara (TPS). Adapun tempat yang disiapkan sebagai TPS adalah di SDN Tlogolele 2 dan balai desa. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads