Gempa 6,4 SR di Maluku
2 Warga Hilang, 67 Rumah Hanyut
Kamis, 16 Mar 2006 10:56 WIB
Jakarta - Dua desa yang berada di pesisir pantai Desa Batu Jungku dan Desa Pelang di Kecamatan Batabual Kabupaten Buru Provinsi Maluku dilanda duka. Dua warga dinyatakan hilang dan 67 rumah warga desa hanyut terbawa gelombang laut akibat gempa tektonik berkekuatan 6,4 skala richter yang terjadi Selasa (14/3/2006) lalu. Kedua warga yang hilang adalah Amir Rahawarin (40) dan seorang bocah perempuan, Wa Ona (6). Saat gempa reda, warga kemudian berusaha mencarinya. Namun hingga Kamis (16/3/2006) kedua warga tersebut belum juga ditemukan. Dilaporkan, saat gempa terjadi, air laut sempat naik hingga tujuh meter dan langsung menghantam seluruh rumah warga yang berada tepat di pesisir pantai. "Kami langsung menyelamatkan diri dan hanya pakaian di badan. Tak ada satu pun barang yang kami bawa. Semua hanyut terbawa air laut," ujar Saleh Tio (25), warga Desa Batu Jungku, kepada detikcom di kamp pengungsian Balai Desa Batu Jungku. Menurut Camat Batabual, Hamid Waiulung, posisi Kecamatan Batabual memang rentan terhadap gelombang pasang atau gempa. "Kecamatan ini dulunya habis dihantam gelombang pasang puluhan tahun yang silam," ungkap Hamid. Sementara itu, sesuai data yang ada pada Pemerintah Kabupaten Buru, sebanyak 1.200 warga yang tersebar di Kabupaten memilih mengungsi di daerah dataran tinggi. "Mereka belum kembali. Padahal kami sudah sampaikan untuk kembali ke rumah masing-masing," kata Setda Pemkab Buru, Juhana Sudrajat. Di lain pihak, Gubernur Maluku Alberth Karel Ralahalu pada Kamis pagi menuju kedua desa ini untuk memberikan bantuan. "Tadi pagi Pak Gubernur ke sana (Buru) untuk memberikan bantuan," kata Kabiro Humas Setda Maluku, Michael Rumajak kepada detikcom via telepon.
(nrl/)











































