Penyidiknya Memeras, KPK Perlu Adakan Rekrutmen Baru

Penyidiknya Memeras, KPK Perlu Adakan Rekrutmen Baru

- detikNews
Kamis, 16 Mar 2006 10:38 WIB
Jakarta - Terkuaknya kasus pemerasan yang dilakukan salah satu penyidik KPK, AKPSuparman, membuat citra lembaga pemberantas korupsi initercemar. Selaku gerbang terdepan dalam pemberantasan korupsi, lembaga inidisarankan untuk melakukan rekrutmen penyidik baru."KPK menghadapi tantangan baru dari dalam. Para penyidik itu kan di-bon dari kepolisian dan kejaksaan, kita tahu kualitasnya," kata anggota Komisi III Benny K Harman saat dihubungi detikcom, Kamis (16/3/2006).Menurutnya, terjadinya kasus pemerasan ini menunjukkan kalau KPK telahgagal dalam membangun sistem dan mental yang bebas korupsi. Karenanyalembaga ini perlu melakukan rekrutmen penyidik baru."Penyidik yang direkrut harus memiliki ideologi yang jelas, yakni anti korupsi," ujar politisi asal Flores ini.Benny juga meminta agar KPK dalam pengungkapan kasus pemerasan inibersifat terbuka terhadap publik, agar tidak ada anggapan kalau lembagaini tidak bisa dipercaya. "Publik berhak tahu," tandas politisi PDIP ini.Pada Rabu 15 Maret, pimpinan KPK telah menggelar jumpa pers menjelaskan kronologi pemerasan dan penangkapan AKP Suparman. Tapi pimpinan KPK menolak tanya jawab dengan wartawan. Hal ini membuat siapa yang diperas AKP Suparman, berapa nilainya, dalam kasus apa, masih gelap gulita. Yang ada hanyalah dugaan-dugaan. "Saya harap ke depannya KPK mempersiapkan cetak biru dalam membangunfanatisme sikap anti korupsi," kata Benny.AKP Suparman ditangkap pada Senin malam 13 Maret. Hingga kini diamasih dititipkan di sel tahanan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) MabesPolri. Dia diduga memeras sejumlah saksi dalam kasus korupsi PT IndustriSandang Nusantara yang ditanganinya. (ndr/)


Berita Terkait