Polisi Ngaku Sempat Salah Tilang Moge Ducati Knalpot Standar

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 15:23 WIB
Ilustrasi Polisi Lalu-lintas (Polantas)
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Polisi sempat menilang rombongan motor sport merek Ducati yang menggunakan knalpot bising. Belakangan, polisi mengaku salah menilang salah satu motor yang menggunakan knalpot standar bawaan pabrik.

Penilangan itu terjadi Minggu (6/6/2021) kemarin dan di-upload di akun media sosial. Kemudian penilangan itu menuai sorotan warga di media sosial.

Masyarakat menilai penilangan itu keliru. Pasalnya, knalpot yang dinilai bising kepolisian di motor Ducati itu merupakan standar yang dikeluarkan pabrik kendaraan tersebut.

Kasat Patwal Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono angkat suara perihal keluhan warga tersebut. Dia mengakui sempat ada kesalahan yang dilakukan jajarannya.

"Ada memang beberapa yang miss dengan anggota. Jadi kami kembalikan lagi surat-surat yang bersangkutan setelah dilakukan pengecekan fisik (kendaraan) di kantor," kata Argo saat dihubungi detikcom, Senin (7/6).

Penilangan itu tepatnya terjadi di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Pusat. Saat itu ada 14 kendaraan motor Ducati yang ditilang petugas dengan alasan knalpot bising di lokasi.

Menurut Argo, saat melakukan penindakan, anggotanya berpatokan pada pengamatan secara kasatmata di lokasi. Petugas saat itu menilai knalpot bising kendaraan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan kepolisian.

"Secara kasat mata memang suara yang dihasilkan sangat besar/bising. Jadi ada indikasi mungkin dibobok (knalpot memang standar)," katanya.

Namun, dari 14 pemotor Ducati yang ditilang tersebut, ada dua pemotor yang protes. Dua pemotor itu merasa knalpotnya standar.

"Jadi 14 itu ada yang tidak standar. Jadi variasi tidak semuanya. Dari 14 itu ada 2 yang mereka protes karena merasa knalpotnya standar. Sedangkan yang lainnya tidak ada yang protes. Hanya dua saja. Dari dua itu, satu datang. Ya udah kita sampaikan kalau memang keberatan datang ke Polda," ujar Argo.

Argo mengatakan salah satu dari dua pemotor yang protes tersebut kemudian mendatangi Satpatwal Polda Metro Jaya pada malam harinya. Setelah melakukan pengecekan, diketahui bahwa kendaraan tersebut memang menggunakan knalpot standar.

"Kita cek lagi kendaraannya. Anggota ini kan melihat semua scara kasat mata, kalau misalnya pada saat penindakan harus manggil dulu ahli dari Ducati harus pakai desibel meter keburu bete nungguinnya. Makanya kita langsung ambil langkah tilang di tempat. Mereka rupanya tidak terima," katanya.

Setelah knalpot kendaraan tersebut diperiksa ulang, polisi memutuskan mencabut tilang yang telah diberikan pada pagi hari tadi.

"Kita wadahi setelah kita di komen di IG Patwal itu kita undang ke Polda kita mediasi. Kita lihat motornya kita bandingkan akhirnya ada satu kendaraan yang kita kembalikan," ungkap Argo.

Argo menambahkan, para pemotor Ducati lainnya yang telah ditilang kemarin dan tidak mampu menunjukkan bukti knalpotnya tidak bising akan tetap mengikuti proses hukum. Belasan pemotor itu akan tetap mengikuti sanksi tilang.

"Mereka tetap sidang kan kita tilang. (Knalpot bising) tidak sesuai dengan spek," pungkas Argo.

Simak video 'Heboh Video Polisi Pungli Tawar Menawar Tilang di Jombang':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/tor)