Kemendagri Cek Dugaan Data Penduduk Diunggah di Situs Pemkab Magelang

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 12:21 WIB
Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh
Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh (Foto: Dok. Kemendagri)
Jakarta -

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengecek kabar adanya data penduduk diduga di-upload atau diunggah di website Pemerintah Kabupaten Magelang. Kemendagri mengingatkan agar data kependudukan tidak diunggah di situs tersebut.

"Iya sedang kami cek," kata Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, saat dimintai konfirmasi, Senin (7/6/2021).

Zudan meminta agar Pemkab Magelang tidak mengunggah data kependudukan.

"Sudah saya ingatkan ada tadi untuk tidak upload data kependudukan," ungkapnya.

Diketahui, viral di media sosial Twitter diduga website Pemkab Magelang mengupload data kependudukan warga seperti nomor KK dan NIK. Hal tersebut disampaikan di akun Twitter @PolJokesID dan di akun @txtdrMagelang, dalam akun itu disertakan pula screenshot tentang Definisi Open Data Kabupaten Magelang.

Adapun Definisi Open Data dalam screenshot itu tertulis, 'menurut open knowledge foundation, open data adalah data yang dapat digunakan secara bebas serta digunakan dan didistribusikan ulang oleh siapa saja. Definisi open data adalah: 1. Ketersediaan dan akses (availability and access) yaitu data harus tersedia dalam bentuk yang tepat dan dapat dimodifikasi. Digunakan kembali dan didistribusikan ulang (re-use and redistribution). 3. Data harus dibawah ketentuan yang mengizinkan penggunaan kembali dan pendistribusian ulang termasuk menggabungkan dengan set data lain. 4. Setiap orang dapat menggunakan, menggunakan ulang dan mendistribusikan tanpa adanya diskriminasi'.

Namun saat detikcom mengecek website opendata.magelangkab.go.id web itu tidak dapat dibuka. Tertulis 'situs ini tidak dapat dijangkau'.

Sementara itu akun Twitter @kominfomagelang meminta maaf atas kejadian tersebut. Pihaknya menginformasikan telah mengusut kejadian tersebut.

"Kami mohon maaf atas kesalahan data yang terunggah. Permasalahan ini sudah dalam proses tindak lanjut. Website open data merupakan sinergi dari berbagai pihak, kami akan terus berkoordinasi untuk segera mengusut dan menyelesaikan masalah ini," tulis akun Twitter @kominfomagelang.



Simak juga 'Ini Alasan RUU Perlindungan Data Pribadi Tak Kunjung Selesai Dibahas':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/imk)