PDIP Pertanyakan Izin Konser DJ di Bar Sudirman Usai Disegel Imbas Kerumunan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 21:43 WIB
Caspar Jakarta ditutup sementara dan didenda imbas kerumunan
Foto: Caspar Jakarta Ditutup Usai Buat Kerumunan (dok. Istimewa)
Jakarta -

Caspar Jakarta membuat kerumunan dengan menggelar pesta yang mengundang disk jockey (DJ). Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mempertanyakan apakah Pemprov DKI memberikan izin penyelenggaraan konser musik di dalam bar tersebut.

"Kalau dia mengadakan konser berarti soal izin, mereka pasti dapat izin. Kalau mereka sudah dapat izin berarti belum terjadi sinkronisasi antar SKPD dalam konteks penanganan COVID-19," kata Gembong saat dihubungi, Minggu (6/6/2021).

Namun demikian, Gembong tetap berharap Pemprov DKI tak mengeluarkan izin pelaksanaan konser. Dia meminta agar perusahaan berhati-hati dalam menyelenggarakan acara di masa pandemi COVID-19 ini.

"Kedua kalau itu tidak berizin (maka) langkah yang dilakukan oleh pemprov sudah tepat dalam rangka efek jera kepada para pengusaha lain agar di saat pandemi ini semua berhati-hati untuk menerapkan prokes ketat," ujarnya.

Meskipun resto dan bar tersebut sudah diberi sanksi, Gembong menilai penindakan yang dilakukan Pemprov DKI terlambat. Ke depannya, dia menyarankan agar Pemprov bisa meningkatkan pengawasan di unit usaha.

"Harusnya dilakukan sejak dini agar kasus-kasus, kan pengusaha ada yang nakal. Pengusaha kan mencari celah agar untuk bisa melakukan aktivitas walaupun aktivitas berbahaya bagi pihak lain," ujarnya.

"Jangan sampai kejadian demi kejadian pemprov lakukan penindakannya apabila sudah viral di media sosial. Jadi itu dilakukan karena itu viral di media sosial, jangan sampai," sambung Gembong.

Senada dengan Gembong, Anggota Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak turut mempersoalkan perihal izin konser musik. Dia mendorong supaya Pemprov DKI melakukan evaluasi apabila terbukti memberikan izin pagelaran konser.

"Ada beberapa kemungkinan, seperti penyelenggara yang abai atau pengawasan yang kurang. Tentu penyelenggara sudah tahu aturan yang ada, dan mereka harus bertanggung jawab. Sebaiknya acara seperti itu tidak diberi izin saat ini, seandainya diberi izin juga harus dievaluasi," jelas Gilbert.

Di sisi lain, Anggota Komisi B DPRD DKI itu juga menyoroti kemungkinan bar melakukan konser secara sembunyi-sembunyi. Dia meminta agar masyarakat aktif jika mendapati peristiwa seperti ini.

"Kita tidak tahu apa ada yang kasih izin atau mereka diam-diam bikin acara. Sulit mengawasi semua tempat hiburan, sehingga kalau ada laporan masyarakat sangat membantu," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, beredar viral di media sosial (medsos) menampilkan kerumunan orang di salah satu restoran dan bar di kawasan Sudirman, Jakpus. Kerumunan orang itu tampak tengah berpesta dengan entakan musik yang dibawakan seorang DJ.

Video itu tersebar pula di aplikasi perpesanan WhatsApp Group (WAG). Dari video yang beredar itu, terlihat orang-orang berkerumun tanpa mengenakan masker serta tidak menerapkan jaga jarak di masa pandemi COVID-19.

Mereka tampak berjoget dengan diiringi musik dari DJ. Terlihat pula seorang rapper yang tengah beraksi.

Satpol PP DKI Jakarta akhirnya menjatuhkan sanksi terhadap Caspar Jakarta. Sanksi berupa penyegelan selama 3 hari dan denda senilai Rp 50 juta.

(maa/maa)