Cerita Mahfud Md: Kalau Saya Presiden, Novel Baswedan Jaksa Agung

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 11:07 WIB
Jakarta -

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menceritakan kedekatannya dengan salah satu penyidik senior KPK Novel Baswedan. Bahkan, Mahfud mengaku pernah berujar tentang sosok Novel cocok sebagai Jaksa Agung.

Hal itu disampaikan Mahfud saat mengisi kegiatan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dalam tajuk 'Dialog Menko Polhukam: Perkembangan Situasi Aktual Politik, Hukum, dan Keamanan' seperti disiarkan kanal YouTube Universitas Gadjah Mada pada Sabtu (5/6/2021). Seperti apa kisah Mahfud tentang Novel itu?

Awalnya ada sejumlah pertanyaan dari para rektor maupun perwakilan dari sejumlah universitas di Yogyakarta. Salah satu pertanyaan menyoroti tentang kondisi KPK saat ini yang diselimuti polemik alih status pegawai sebagai ASN, di antaranya soal Novel yang 'disingkirkan' melalui tes wawasan kebangsaan (TWK).

"Kalau Bapak tanya ke saya, saya sejak dulu pro-KPK, Pak," ucap Mahfud.

Lantas Mahfud menceritakan tentang rekam jejaknya sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Selama menjabat itu, menurut Mahfud, KPK berkali-kali hendak dihancurkan.

"Saya Ketua MK berapa kali, 12 kali itu mau dirobohkan lewat undang-undang, saya menangkan KPK terus, tetapi keputusan tentang KPK tidak terletak di pemerintah saja, ada di DPR, ada di partai, ada di civil society yang pecah juga, civil society ini akan pecah, Pak" kata Mahfud.

Mengenai sejumlah sosok pegawai KPK yang dinilai berintegritas, termasuk Novel, yang kini malah hendak 'disingkirkan' melalui TWK, Mahfud turut mengenal mereka sebagai orang baik. Lantas, kenapa mereka lantas 'disingkirkan'?

"Kata Bapak itu, 12 orang (75 pegawai) itu orang baik-baik. Ya kata Bapak, kata saya, tapi kata yang lain tidak, lalu ukurannya siapa yang mau dianggap benar?" ucap Mahfud.

Mahfud lalu bercerita tentang Novel. Dia mengaku pernah diperiksa Novel di KPK tetapi tidak disebutkan perkara apa yang dimaksudnya itu. Namun dalam catatan detikcom, Mahfud pernah menjalani pemeriksaan di KPK pada 2014 mengenai perkara yang menjerat Akil Mochtar, tetapi saat itu Mahfud tercatat sudah tidak aktif sebagai Ketua MK.

"Saya dengan Novel Baswedan, baik. Waktu saya Ketua MK, saya datang ke dia ketika katanya ada kasus korupsi, saya datang periksa, saya diperiksa nggak lebih dari 15 menit, berdiri Novel Baswedan ini (memeragakan Novel memberikan hormat), 'Pak kalau pemimpin negara seperti bapak semua, beres negara ini', dia bilang begitu," ucap Mahfud.

"Saya bilang, 'Kalau saya jadi presiden, Anda Jaksa Agung'. Waktu itu," sambungnya.

Namun, menurut Mahfud, ada anggapan lain yang menyebut Novel bermain politik. Apa maksudnya?

"Tetapi banyak orang yang menganggap Novel Baswedan ini politis. Kalau orang partai tertentu yang sudah jelas kesalahannya dibiarin, ini kata orang ya. Sudah ada laporannya, dibiarin, yang ditembak partai-partai ini saja, misalnya, ada orang yang mengatakan begitu, mungkin untuk KPK itu yang paling tragis ya, saya terus terang ya, saya ada di dua-duanya saya ikut semua," kata Mahfud.

(dhn/imk)