Kedatangan Presiden di Buru Bakal Disambut Demo

Kedatangan Presiden di Buru Bakal Disambut Demo

- detikNews
Kamis, 16 Mar 2006 06:49 WIB
Ambon - Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Kabupaten Buru untuk menghadiri panen raya padi bakal disambut aksi demonstrasi. Ancaman demo ini datang dari sejumlah elemen masyarakat Maluku yang tergabung dalam aliansi masyarakat Maluku bersatu.Adalah Lembaga Pemberdayaan Wiraswasta Indonesia (LPWI), Lembaga Pengkajian danPengembangan Pembangunan (LP3) Maluku, Gerakan Pemuda Islam, Forum Anti Korupsi danHimpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon.Hal ini disampaikan elemen masyarakat tersebut melalui press release kepada detikcom, Rabu (15/3/2006). Dalam press realease tersebut disebutkan, kedatangan Presiden tepat pada tempat dan waktunya. "Itu tepat tempat, karena selama ini kabupaten Buru di Maluku dikenal sebagai salah satu Kabupaten terkorup di Indonesia," ujar ketua GPI kota Ambon Salamun Yusran. Aliansi ini juga menyesalkan penanganan hukum terkait indikasi kasus korupsi yang secara sengaja dibiarkan. "Banyak kasus yang melibatkan pejabat daerah setempat. Namun hal ini dibiarkan saja. Jadi tepat Presiden berkunjung ke daerah ladang padi dan ladang korupsi,' ujar Sekjen LPWI, Dicky Loupatty. Sementara itu HMI Cabang Ambon sejak kemarin mengancam aksi demo secarabesar-besaran sebagai buntut sikap pemerintah daerah Maluku yang terkesan melakukan pembiaraan penembakan Syaiful Wakano. "Gubernur tidak becus terhadap rakyatnya. Benar itu adalah pertengkaran antar institusi Polri dan TNI. Namun perlu diingat korbannya adalah rakyat. Dan rakyat adalah tanggung jawab Gubernur,' ujar Ketua Umum HMI Cabang Ambon, Husein Marasabessy.Minta Kapolda DigantiHMI juga meminta Presiden SBY untuk segera mengganti Kapolda Maluku yang dinilaitidak becus memelihara proses perdamaian di daerah Maluku dengan membiarkan oknum TNI/Polri terus baku hantam. "Dalam kurun waktu beberapa bulan belakangan ini, oknum kedua institusi ini selalu baku hantam. Untuk itu kami minta Kapolda Maluku segera diganti. Yang bersangkutan tidak bisa melakukan pembinaan terhadap anak buahnya," ujarnya.Dibeberkan Marasabessy, seringkali oknum Polisi didaerah Maluku bikin ulah, baikdengan TNI maupun warga dan dampaknya kepada warga. "Mereka selalu bikin ulah. Warga yang kena dampaknya. Sementara penegakan hukum terhadap oknum-oknum polisi selalu diabaikan," tandasnya. (ahm/)


Berita Terkait