Survei Parameter Politik: Publik Tak Setuju Presiden 3 Periode

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Sabtu, 05 Jun 2021 14:12 WIB
bisa jadi foto ilustrasi
Istana Merdeka, Jakarta (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta -

Parameter Politik Indonesia melakukan survei terkait wacana presiden tiga periode. Mayoritas responden menjawab tidak setuju Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat tiga periode meski masih menjadi calon presiden (capres) favorit untuk 2024.

Dalam pemaparannya, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menjelaskan publik mayoritas pernah mendengar soal wacana presiden tiga periode. Sikap responden 52,7 persen tidak setuju terhadap wacana presiden tiga periode, 27,8 persen setuju, dan 19,5 persen tidak menjawab.

"Baik dikaitkan dengan figur Jokowi atau tidak, secara konsisten data menunjukkan sebagian besar masyarakat menolak wacana presiden tiga periode," kata Adi dalam rilis survei secara daring, Sabtu (5/6/2021).

Responden dalam survei ini kemudian diberi pertanyaan 'Bagaimana pendapat Anda jika Jokowi jadi presiden 3 periode?'. Berikut ini jawabannya.

Setuju 25,3%
Tidak setuju 45,3%
Tidak jawab 29,4%

Responden juga ditanya mengenai sikap terhadap perubahan konstitusi untuk memperpanjang masa jabatan Jokowi. Sebanyak 50,6 persen responden menyatakan tidak setuju, 23,9 persen setuju, dan 25,5 persen tidak menjawab.

Namun elektabilitas Jokowi masih tinggi apabila masih bisa mencalonkan diri sebagai capres untuk 2024. Responden dalam survei ini diberi pertanyaan, "Jika pemilihan presiden dilakukan saat ini, dan Presiden Jokowi boleh ikut mencalonkan diri kembali. Siapakah tokoh nasional yang akan Anda pilih menjadi Presiden RI?". Berikut jawabannya.

Jokowi 21,6%
Prabowo Subianto 14,0%
Ganjar Pranowo 11,6%
Anies Baswedan 9,8%
Agus Harimurti Yudhoyono 5,0%
Ridwan Kamil 3,5%
Sandiaga Uno 3,2%
dst
Tidak jawab 18,4%

Adi menyampaikan Jokowi masih menjadi figur tak tergantikan hingga saat ini. Namun publik masih menghormati tegaknya demokrasi dengan menolak wacana presiden tiga periode.

"Secara langsung dapat disimpulkan, walaupun Jokowi masih menjadi figur tak tergantikan hingga saat ini, publik lebih menghormati supremasi hukum dan tegaknya demokrasi dengan menghindari wacana Jokowi tiga periode," jelas Adi.

Survei ini digelar pada 23-28 Mei 2021 dengan metode telepolling menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan metode simple random sampling dari 6.000 nomor handphone yang sudah dipilih secara acak dari kerangka sampel yang ada dan disesuaikan dengan proporsi populasi secara gender. Margin of error survei kurang-lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(run/aik)