Petani Buru Diancam Gara-gara Padi Dipanen

Petani Buru Diancam Gara-gara Padi Dipanen

- detikNews
Rabu, 15 Mar 2006 19:53 WIB
Ambon - Sial benar nasib petani di Kabupaten Buru. Disaat era reformasi yang sudah tidak ABS (asal bapak senang) para petani justru mendapat ancaman dan dimarahi pejabat lantaran memanen dulu padi yang akan dijadikan acara panen raya bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Kamis (16/3/2006). Ancaman ini dilayangkan pemerintah Kabupaten dan Kecamatan Buru, gara-gara padiseluas 4.025 hektar yang seyogyanya disiapkan untuk panen raya sebagiannya lebihdulu dipanen petani. Nah lho.Hal ini diungkapkan sejumlah petani kepada detikcom di lokasi panen raya, Rabu (15/3/2006). "Seharusnya padi itu sudah kami panen. Menguningnya sejak Desember 2005 lalu. Jika ditunggu sampai Jumat (17/3/2006) padi kami banyak yang mati," ujar Syahroni, petani asal Desa Waekarta.Apa yang dikatakan Syahroni juga diaminkan Dwi Kurniasih. Bahkan petani asal desa Waekarta ini mengungkapkan, dia dan sebagian besar petani di desanya diancam pihak pemerintah kabupaten, kecamatan dan tenaga penyuluh lapangan (PPL). "Kami diancam bapak-bapak dari kecamatan. Ada juga bapak-bapak TNI yang turut serta saat kami diancam. Mereka bilang jangan lakukan panen sebelum presiden datang, jika tidak kami akan dipukul," ungkap Dwi Kurniasih.Keresahan Dwi Kurniasih juga diiyakan Benjamin, petani asal Desa Waenetat. Menurutnya, padi-padi yang disiapkan pada panen raya sudah waktunya dipanen."Lihat saja sebagian besar padi rusak dan mati. Panen sudah mestinya dilakukan sejak Desember 2005 lalu," tandas Benjamin.Ancaman bukan cuma diderita petani desa Waekarta dan Waenetat. Petani asal DesaFarbulu juga menerima nasib yang sama. "Kami juga kena ancam dan dimarahi bahkan ada beberapa orang dari kecamatan yang mengancam memukul jika padi kami dipanen sebelum kedatangan presiden. Padahal banyak padi yang rusak dan mati. Kalau begini caranya kami sangat rugi," kata beberapa petani Desa Farbulu yang enggan menyebut namanya.Terkait ancaman terhadap para petani tiga desa ini, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buru, Mahmud Tan membantahnya. "Tidak ada ancaman terhadap para petani. Itu tidak benar," tampik Mahmud Tan.Mahmud menjelaskan, waktu panen raya yang paling tepat adalah tanggal 18 Maret 2006. "Waktu panen raya tepat pada saat presiden datang. Jadi tidak benar jika panen sudah dilakukan sejak Desember 2005 lalu," ujarnya.Sementara itu, aparat gabungan Polri dan TNI akan mengamankan kedatangan presiden. Sebanyak 2015 personil TNI/Polri sudah disiagakan di kabupaten Buru dan di setiap sudut kota Ambon terutama Bandara Internasional Pattimura."Kami sudah sterilkan lokasi bandara," ujar Kapolda Maluku, Brigjen Pol Adityawarman kepada wartawan di kantor Gubernur Maluku. (ahm/)


Berita Terkait