PKS Belum Tentukan Sikap Soal Blok Cepu
Rabu, 15 Mar 2006 19:21 WIB
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih akan mendalami dan menjajaki masalah kontrak Blok Cepu yang akan ditandatangani pemerintah. Seperti diketahui, kesepakatan tersebut menetapkan ExxonMobile sebagai operator dan Pertamina sebagai perencana dan pengawas.Presiden PKS, Tifatul Sembiring mengatakan, partainya sangat mengharapkan agar penandatanganan tersebut jangan sampai terjadi lagi masalah seperti di Freeport dan Newmont. "Seolah-olah ada hal yang tersembunyi dan tidak transparan. Kontrak ini bukan hanya 5 tahun tapi 30 tahun," kata Tifatul kepada wartawan di Hotel Bumikarsa, Jalan Gatot Soebroto, Rabu (15/03/2006).Karena itu, PKS meminta kepada pemerintah untuk secara transparan menjelaskan bagaimana kontrak tersebut dibuat dan kenapa memilih ExxonMobile sebagai operator. "Beberapa pengamat khawatir kalau diberikan kepada mereka, recovery cost dan biaya produksi terlalu mahal," ungkap Tifatul.Namun, ketika ditanya apakah PKS akan membawa masalah ini dalam pendekatan politik seperti hak angket, Tifatul menjawab diplomatis. "Kami masih mendalami dulu, karena kalau kita bawa ke sana akan bernuansa sangat politis," tambahnya.Ungkapan senada juga disampaikan oleh anggota komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Zulkieflimansyah. Menurutnya, keputusan pemerintah tentang Blok Cepu ini tetap ada sisi positif. "Setidaknya ada kepastian dari investor asing, ternyata pemerintah Indonesia bisa membuat keputusan," paparnya.Menurutnya, sebagian besar anggota DPR mengatakan dalam keputusan tersebut tidak ditemukan alasan mengapa operator Blok Cepu diberikan kepada ExxonMobile."Apa pertimbangannya? Padahal dari segi teknologi, SDM, Blok Cepu ini bisa dikelola oleh anak bangsa, karena itu tentu saja pemerintah tidak naif-naif amat untuk memutuskan ini," tambahnya.Karena itu DPR mengharapkan, pemerintah dapat menjelaskan secara transparan kepada masyarakat agar tidak ada lagi salah paham. Ada banyak kesepakatan yang hanya menyisakan kesengsaraan pada masyarakat."Freeport, Newmont adalah contoh kasat mata yang menyengsarakan rakyat banyak dan menguntungkan segelintir orang," tandas Zulkiefli
(ahm/)











































