ICW Kritik Kabareskrim yang Minta Polri Tak Ditarik-tarik soal Firli

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 18:00 WIB
Peneliti ICW Kurnia Ramadana (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Peneliti ICW Kurnia Ramadana (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta -

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik sikap Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto yang memilih mengembalikan berkas yang diserahkannya soal dugaan korupsi Ketua KPK Firli Bahuri ke Dewas KPK. ICW juga heran dengan sikap Agus yang meminta agar Polri tak dibawa-bawa.

"ICW mempertanyakan pernyataan Kabareskrim terkait laporan dugaan korupsi gratifikasi Firli Bahuri. Betapa tidak, dari pernyataannya, terlihat Kabareskrim enggan untuk menelusuri lebih dalam bukti yang telah disampaikan," ujar peneliti dari ICW, Kurnia Ramadhana, melalui pesan singkat, Jumat (4/6/2021).

Kurnia menilai apa yang disampaikan Agus sangat tidak tepat. Menurutnya, ranah Dewas KPK hanya untuk menelusuri pelanggaran etik oleh Firli, sementara Bareskrim guna memproses tindak pidananya.

"Lagi pun, pernyataan itu tidak tepat disampaikan. Sebab, ranah Dewan Pengawas berbeda dengan Polri. Dewas menelusuri pelanggaran etik, sedangkan Bareskrim melihat potensi tindak pidana," tuturnya.

"Selanjutnya, sebagai aparat penegak hukum, mestinya Bareskrim menelaah laporan sembari melakukan penyelidikan. Bukan justru mengatakan menarik-narik institusi Polri dalam polemik KPK," tambah Kurnia.

Selain itu, Kurnia menegaskan permasalahan yang diserahkan ke Bareskrim bukan perihal tes wawasan kebangsaan (TWK) yang juga sempat bikin kisruh. Dia meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegur Kabareskrim Komjen Agus Andrianto agar aduan ICW soal dugaan gratifikasi Firli Bahuri diproses.

"Penting untuk ICW tegaskan permasalahan TWK berbeda laporan yang kami sampaikan. Maka dari itu, ICW mendesak Kapolri untuk menegur Kabareskrim dan memerintahkan jajarannya menelusuri lebih lanjut laporan yang telah kami sampaikan," tutupnya.

Sebelumnya, ICW mengadukan Ketua KPK Firli Bahuri ke Bareskrim Polri atas dugaan gratifikasi. Kabareskrim Komjen Agus Andrianto meminta agar Polri tidak dibawa-bawa lantaran sedang fokus menangani pandemi COVID-19.

"Mohon jangan tarik-tarik Polri. Energi kita fokus kepada membantu percepatan penanganan pandemi COVID-19 berikut dampak penyertanya," ujar Komjen Agus saat dihubungi detikcom, Jumat (4/6).

Agus menjelaskan, pihaknya akan mengembalikan berkas yang diserahkan ICW soal dugaan korupsi Firli Bahuri ke Dewas KPK. Dia menegaskan kasus itu sudah ditangani Dewas KPK.

"Nanti kita kembalikan ke Dewas (KPK) saja. Kan sudah ditangani Dewas KPK. Mekanisme internal di KPK akan bergulir sesuai aturan," tuturnya.

"Jangan tarik-tarik Polri. Saat ini kita fokus kepada penanganan dampak kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional dan investasi pandemi COVID-19," sambung Agus.

Lihat Video: Dugaan Gratifikasi Sewa Heli, Firli Bahuri Diadukan ke Polri

[Gambas:Video 20detik]

(mae/mae)