Pemkot Mojokerto & Baznas Kerja Sama Tingkatkan Kesejahteraan Lansia

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 16:51 WIB
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto menyalurkan zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki lewat terobosan baru, yakni memberikan alat kesehatan seperti kursi roda bagi warga yang membutuhkan.
Foto: Dok. Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto menyalurkan zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki lewat terobosan baru, yakni memberikan alat kesehatan seperti kursi roda bagi warga yang membutuhkan. Diketahui, penyaluran bantuan ini dilakukan untuk memperingati hari lansia yang berlangsung 29 Mei lalu.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyerahkan bantuan kursi roda dari Baznas secara langsung kepada para penerima pada Kamis (3/6). Ia didampingi oleh Ketua Baznas Mojokerto Dwi Hariadi dan Kabag Kesra Setda Kota Mojokerto, Choirul Anwar.

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini menjelaskan, sebagaimana instruksi Mendagri, diperkenankan mengadakan kegiatan yang sifatnya euphoria di peringatan Hari Lansia. Oleh karena itu, penyerahan kursi roda diserahkan secara langsung ke rumah-rumah penerima.

"Khusus untuk hari ini kami serahkan bantuan berupa kursi roda bagi lansia yang sakit dan tidak bisa berjalan, namun nanti akan ada rentetan kegiatan di antaranya penyerahan Kartu Senyum yang merupakan bantuan biaya hidup bagi lansia," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (4/6/2021).

Lebih lanjut, menjelaskan bahwa adanya Kartu Senyum dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia di Kota Mojokerto.

"Kartu Senyum merupakan hasil sinergi antara Pemkot Mojokerto dengan BAZNAS Kota Mojokerto dengan pengalokasian dana ZIS. Kami dari Pemkot sudah mengalokasikan melalui APBD, namun nilainya tidak besar, hanya untuk kebutuhan bahan pokok saja, maka dari itu kita bersinergi dengan BAZNAS sebagai pengelola ZIS," jelasnya.

Ia pun menambahkan ke depannya Baznas Kota Mojokerto juga akan memberikan layanan Home Care.

"Kebetulan para penerima kursi roda adalah penderita stroke dan salah satu pengobatannya adalah diberikan fisioterapi," kata Ning Ita.

Ning Ita pun berpesan kepada para penerima bantuan dan keluarganya untuk selalu bersabar dalam menghadapi masalah. Sebab menurutnya, masalah merupakan cobaan yang selalu ada dalam kehidupan.

Usai menyerahkan bantuan kursi roda, Ning Ita meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk penyandang disabilitas di Labkesda Kota Mojokerto. Diketahui ia juga menyempatkan diri berbincang-bincang dengan para penerima vaksin.

Menurutnya, para penyandang disabilitas juga memiliki hak yang sama dalam segala aspek. Ia pun menyebutkan para penyandang disabilitas juga mampu mengharumkan Kota Mojokerto, sebagaimana yang dilakukan oleh para atlet paralympic Kota Mojokerto dalam Pekan Paralympic Provinsi Jawa Timur beberapa waktu yang lalu.

(akn/ega)