PDIP Kritik Anies Minta Pemotor Hormati Pesepeda karena Lebih Berisiko

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 16:38 WIB
Komunitas sepeda road bike meminta dispensasi waktu tertentu untuk jenis road bike dapat menggunakan jalur kendaraan bermotor di Jalan Sudirman-Thamrin.
Pesepda Jakarta (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pengguna jalan saling menghormati, termasuk pemakai kendaraan bermotor perlu menghormati pesepeda yang tertib di jalan. PDIP minta Anies tak melihat satu sisi.

"Ini sebaiknya jangan dilihat hanya satu sisi: siapa lebih berisiko. Lihatnya harus holistik, tidak jelas aturannya," ujar anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak, kepada wartawan, Jumat (4/6/2021).

Dia menilai pemotor juga punya risiko tinggi di jalan. Apalagi jika jalur kanan 'diambil' oleh pesepeda.

"Contoh, sepeda di kanan motor sedang kencang disenggol, pasti yang cedera berat/meninggal adalah pemotor. Ini semua menghabiskan energi. Tujuannya tidak jelas apakah hobi atau transportasi, apakah sepeda prioritas atau transportasi publik massal, apakah ini pengalihan isu masalah yang ditimbulkan dan tidak ada penjelasan. Sementara sepeda berapi-api penjelasan Gubernur," kata Gilbert.

Gilbert menilai banyak persoalan di DKI yang lebih prioritas untuk diurus. Dia heran ketika Anies bersemangat memberi penjelasan soal sepeda.

"Agak ganjil kenapa Gubernur bersemangat sekali soal sepeda. Prinsip pertama hukum/aturan adalah keadilan. Jangan lalu pemotor yang tidak salah jadi korban karena pernyataan ini," kata Gilbert.

Sebelumnya, Anies mendorong warga harus berbagi jalur dengan pesepeda saat melintasi jalan protokol Ibu Kota. Dia berharap warga mulai terbiasa dengan hal ini.

"Saya berharap kepada semua ikuti, bila Anda bersepeda, di situ ada jalur sepeda gunakan jalur itu. Bila anda bermotor lihat yang naik sepeda, pahami bahwa ini lebih berisiko loh baik sepeda dibanding naik motor, hormati dia. Begitu juga kendaraan besar lainnya," kata Anies.

Anies juga menilai pemberian sanksi bagi pelanggar lalu lintas bukanlah hal utama. Sekali lagi, Anies meminta sesama pengendara bisa menghormati satu sama lain.

"Semua yang berangkat naik kendaraan ingin sampai ke tujuan dengan selamat. Jadi ini bukan sekedar soal aturan, biasanya ditanya nanti tilangnya berapa, tilangnya kapan, lalu di lokasi mana, kita tidak seremeh itu. Itu soal yang lebih besar, soal bagaimana kita membiasakan menghormati satu sama lain apapun aturannya. Jadi ini fase pembelajaran," tegasnya.

(idn/tor)