Rutan Salemba Overcapacity, 92 Napi Dipindah ke LP Banceuy-Gunung Sindur

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 16:25 WIB
Ilustrasi Penjara
Ilustrasi penjara (Thinkstock)
Jakarta -

Sebanyak 92 narapidana (napi) dipindahkan dari Rutan Kelas IA Salemba, Jakarta Pusat. Mereka dipindahkan karena rutan mengalami kelebihan kapasitas lebih dari dua kali lipat.

"Jumlah keseluruhannya 92 narapidana untuk di rutan. Untuk di sini kapasitasnya itu kita 1.600, isi saat ini kurang-lebih 3.300. Jadi overkapasitasnya sudah 100 persen lebih," kata Kepala Rutan Salemba Yohanis Varianto saat dihubungi, Jumat (4/6/2021).

Dipindah ke 5 Tempat

Yohanis mengatakan proses pemindahan berlangsung Kamis (3/6) kemarin malam. Para narapidana dipindahkan ke sejumlah rutan atau lapas di luar DKI Jakarta.

"Semalam kita pemindahan ke beberapa tempat terkait itu kita memang sudah overkapasitas. Programnya juga untuk dikeluarkan dari Rutan Salemba dan berdasarkan surat izin dari direktorat itu kita pindah wilayah Jawa Barat ada 5 wilayah: Cirebon, Banceuy, Bandung, Garut, Sukabumi, Ciamis, Banjar, sama Gunung Sindur," jelasnya.

Pemindahan Napi Dikawal Brimob

Pemindahan narapidana dikawal langsung aparat Satuan Brimob Polda Metro Jaya. Para narapidana juga tetap menjalani swab antigen dan hasilnya negatif.

"Iya, sebelum melakukan pemindahan, kita lakukan swab antigen dan nonreaktif atau negatif. Setelah itu tetap menggunakan masker dengan pengawalan dari petugas dan Brimob," ujarnya.

Yohanis menjelaskan, terjadinya kelebihan kapasitas tidak lepas dari tingkat kriminal yang tinggi di ibu kota. Dia mengatakan Rutan Salemba bakal menjadi pilot project untuk pemindahan narapidana ke luar Jakarta.

"Saat ini kan kita dari kapasitas itu untuk yang masih tahanan itu 2.000 lebih, yang sudah jadi narapidana 700-an orang, jadi ini yang 700 ini bertahap pemindahannya, sedangkan yang masih tahanan karena belum inkrah masih butuh proses persidangan atau mereka masih ada upaya hukum lain mereka masih di sini menunggu inkrah baru program keluar," paparnya.

Yohanis mengatakan protokol kesehatan menjadi salah satu alasan pemindahan para narapidana. Selain itu, lanjutnya, saat ini penghuni rutan ada yang tidak kebagian kamar sehingga harus dipindahkan.

"Kalau saat ini kan apalagi pandemi COVID ya mereka harus social distancing, protokol kesehatan harus ketat. Untuk mengurangi itu, harus dipindahkan ke lapas atau rutan lain. Kalau misalkan adanya kepadatan di kamar dan memang ada juga dengan adanya kepadatan itu sampai ada yang tidak tidur di kamar, ada yang tidur di selasar, tidak semua tidur di kamar," kata Yohanis.

(run/mei)