Muncul Wacana Hari Berkebaya Nasional, Kapan Dimulai?

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 15:59 WIB
Sejumlah wanita dari Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia mengkampanyekan pemakaian kebaya. Begini aksi yang digelar di Stasiun MRT Dukuh Atas, tersebut.
Ilustrasi kebaya (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Wacana penetapan Hari Berkebaya Nasional mencuat. Kementerian Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendukung usulan Hari Berkebaya Nasional yang diawali dari usulan Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia.

Kebaya menjadi salah satu busana yang merepresentasikan budaya di Indonesia. Pada Lokakarya yang diputuskan para pakar kebudayaan pada 1978, kebaya dinobatkan jadi busana nasional yang paling cocok.

Lantas bagaimana awal mula rencana penetapan Hari Berkebaya Nasional ini mencuat? Berikut ulasannya.

Hari Berkebaya Nasional Usulan Komunitas Perempuan Berkebaya

Usulan terkait ditetapkannya Hari Berkebaya Nasional pertama kali disampaikan Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia dalam audiensi dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko di Kantor Bina Graha, Jakarta, Kamis (12/11/2020). Moeldoko pun mendukung penetapan hari tersebut.

"Saya kira usulan Hari Kebaya Nasional perlu disiapkan, mulai dari historinya hingga latar belakangnya. Silakan disusun untuk nanti suratnya disampaikan ke Presiden Joko Widodo," kata Moeldoko dalam keterangan tertulis.

Moeldoko mengaku akan mendukung dan membantu memikirkan bersama-sama penetapan tanggalnya. Kebaya dinilainya bisa membantu memperkuat identitas budaya nasional.

Hari Berkebaya Nasional Dapat Dukungan Kemenko PMK

Mengutip dari website resmi Kemenko PMK, proses penetapan Hari Berkebaya Nasional mulai dipikirkan. Sejumlah pihak turut hadir dalam Rapat Koordinasi Pengusulan Hari Berkebaya Nasional secara daring, yang dilaksanakan Kamis (3/6/2021).

Rapat dihadiri sejumlah pihak, antara lain: Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Nyoman Shuida, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri, Perwakilan Kemendikbudristek, Kemensetneg, pakar kebudayaan, serta perwakilan Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia.

Asisten Deputi Bidang Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan Kemenko PMK Molly Prabawati Molly mendukung usulan Hari Berkebaya NasionalAsisten Deputi Bidang Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan Kemenko PMK Molly Prabawati Molly mendukung usulan Hari Berkebaya Nasional Foto: Kemenko PMK

Dukungan Kemenko PMK terhadap usulan Hari Berkebaya Nasional didasarkan atas masuknya kebaya dalam 5 kriteria Busana Nasional Indonesia, yakni:
1.Tidak mencerminkan kedaerahan
2. Terdapat di seluruh wilayah Nusantara
3. Bisa dimiliki oleh setiap lapisan masyarakat
4. Mudah didapat, mudah perawatan, dan harganya terjangkau
5. Mengandung unsur etika dan estetika berbusana.

Pengusulan Hari Berkebaya Nasional disebut sangat baik untuk menumbuhkan rasa nasionalisme.

"Adanya Hari Berkebaya Nasional ini bisa menumbuhkan kembali rasa nasionalisme dan cinta tanah air, khususnya perempuan-perempuan Indonesia" kata Asisten Deputi Bidang Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan Kemenko PMK Molly Prabawati Molly dalam Rapat Koordinasi Pengusulan Hari Berkebaya Nasional secara daring, Kamis (3/6).

Penetapan Hari Berkebaya Nasional Perlu Melalui Tahapan

Disebutkan pula usulan untuk menetapkan Hari Berkebaya Nasional perlu melewati sejumlah tahapan. Tahapan seperti kajian ilmiah landasan pengusulan, serta menentukan pihak yang akan menjadi pemrakarsanya harus disiapkan sebelum diusulkan kepada Presiden.

"Mengingat kebaya sebagai identitas budaya bangsa, maka usulan yang akan disampaikan berdasarkan perspektif kebudayaan. Untuk itu sebagai pemrakarsa usulan Hari Berkebaya Nasional kiranya lebih tepat diusulkan oleh Kemendikbudristek," lanjut Molly.

Sementara itu, ada pula usulan mengenai tanggal 6 April sebagai Hari Berkebaya Nasional. Nantinya pihak pusat maupun daerah turut mendukung penetapan peringatan tersebut.

"Dengan nantinya ditetapkan Hari Berkebaya Nasional, diharapkan berbagai persoalan-persoalan pada perempuan pada akhirnya akan terjawab. Penentuan Hari Berkebaya Nasional juga perlu didukung semua pihak baik di pusat maupun daerah,"jelasnya.

(izt/imk)