Suara Mahasiswa

GMKI Kritik Restrukturisasi Polis, Disebut Rugikan Nasabah Jiwasraya

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 13:30 WIB
GMKI bertemu dengan Forum Nasabah Korban Jiwasraya (FNKJ).
GMKI bertemu dengan Forum Nasabah Korban Jiwasraya. (Foto: dok. GMKI)
Jakarta -

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) mengkritik program restrukturisasi polis PT Asuransi Jiwasraya (AJS). Disebut, program itu merugikan nasabah-nasabah Jiwasraya.

Diketahui, restrukturisasi polis Jiwasraya adalah sebuah tawaran kepada pemegang polis untuk dipindahkan portofolionya ke perusahaan baru bernama IFG Life. Kemudian, IFG Life yang akan meneruskan manfaat sampai pengembalian dana. Restrukturisasi polis masuk dalam Rencana Penyehatan Keuangan (RKP) Jiwasraya.

Ketua Umum DPP GMKI Jefri Gultom bertemu dengan Forum Nasabah Korban Jiwasraya (FNKJ) di Sekretariat PP GMKI, Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis (3/6). Dari pertemuan itu, Jefri menyimpulkan, restrukturisasi polis yang selesai dilakukan pada 31 Mei 2021 merugikan nasabah.

"Ada pemotongan hak nasabah berkedok restrukturisasi merupakan bentuk ketidakadilan terhadap nasabah anuitas karena terjadi selisih hasil investasi pada saat polis aktif dan pada saat polis dinonaktifkan oleh manajemen AJS," ujar Jefri dalam keterangannya, Jumat (4/6/2021).

Menurut GMKI, kerugian juga terjadi pada nasabah AJS yang menolak restrukturisasi. Menurut Jefri, tidak ada perlindungan oleh pemerintah.

"Pemegang Polis Jiwasraya yang menolak restrukturisasi akan ditinggal dengan kondisi polis tidak aktif, dan penyelesaian klaim akan diselesaikan menggunakan aset tersisa," ujarnya.

"Nasabah tidak dilindungi oleh OJK dan Kementerian BUMN. Ini kegagalan negara," katanya.