Polda Sulteng Tangkap Aktor Intelektual Kekerasan Poso
Rabu, 15 Mar 2006 17:21 WIB
Palu - Tim gabungan Detasemen 88 Antiteror Mabes Polri dan Reskrim Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil menangkap 7 pelaku sejumlah aksi kekerasan di wilayah itu.Mereka ditangkap pada 7-8 Maret. Diduga kelompok ini terlibat sejumlah perampokan bersenjata api, aksi terorisme, seperti penembakan misterius dan peledakan bom di Palu dan Poso.Satu dari tujuh tersangka itu diduga aktor intelektual dari sejumlah aksi kekerasan yang dilakukan kelompok ini.Menurut Kepala Penerangan Operasi Keamanan Sultemg Kombes Pol Didi Rochyadi di Mapolda Sulteng, Jalan Sam Ratulangi, Rabu (15/3/2006), dari hasil penyelidikan terhadap 6 tersangka diketahui sang sutradara bernama Andi Makasau. Andi beberapa kali terlibat serangkaian aksi kekerasan sejak 2001-2003.Dipastikan juga ia terlibat sejumlah peledakan bom dan penembakan misterius yang sudah banyak makan korban di Palu dan Poso."Dari pemeriksaan keenam orang ini mereka mengaku Andi Makasau meminta mereka menyisihkan 15 persen hasil aksi perampokan mereka untuk fa'i atau dana jihad," katanya.Selain menangkap ketujuh orang itu, polisi juga menyita sepucuk senjata laras panjang organik jenis medsen, dua pucuk senjata organik laras pendek jenis revolver dan FN, serta puluhan butir amunisi kaliber 38.Dari tangan tersangka polisi juga menemukan dua stel seragam Brimob. Diduga selama beraksi, seragam itu selalu dipakai sehingga menimbulkan kesan bahwa polisilah yang melakukan aksi-aksi kekerasan itu.Dari catatan detikcom, kelompok ini terlibat serangkaian aksi penembakan di Tangkura, Poso Pesisir, peledakan bom di Pasar Poso pada November 2004, dan peledakan bom di Pasar Tentena Mei 2005.Saat ini polisi telah melakukan penyidikan mendalam apakah mereka juga terlibat ledakan bom di Pasar Daging Babi akhir Desember 2005 lalu, dan peledakan bom di Pura Jagad Nata Stana Ngarayana di Poso pada 11 Maret lalu.Sejauh ini, menurut Kapolda Sulteng Brigjen Pol Oegroseno, ia sudah memetakan ada empat kelompok yang bermain di Poso selama ini, yakni kelompok bom, senjata api, senjata tajam, dan kelompok avonturir. Kelompok yang terakhir ini biasanya berbahaya dan bisa bekerjasama dengan ketiga kelompok lainnya.
(umi/)











































